Press "Enter" to skip to content

Aksi Demonstrasi 22-23 Mei 2019 Lalu, Propam Polri Diminta Dalami Temuan Komnas HAM

JAKARTA – Propam Polri diminta mendalami temuan Komnas HAM terkait adanya dugaan tindakan kesewenang-wenangan mengarah ke tindak kekerasan oleh anggota Polri saat mengamankan aksi demonstrasi pada 21 dan 23 Mei 2019 lalu.

Permintaan ini disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Polri, lanjut Edi Hasibuan, agar bisa membuktikan kalau hukum di Indonesia itu tak pandang bulu, menindak pelaku dari institusi Polri sendiri.

“Kami berpendapat Polri perlu mendalami semua infornasi dari Komnas HAM untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Termasuk jika ada oknum Polri bertindak tidak sesuai prosedur juga perlu diselidik,” tegasnya.

Disamping itu, Polri harus mencari dalang aksi unjuk rasa berujung kericuhan tersebut. Tidak bisa dipungkiri ada aktor intelektual yang menunggangi ribuan massa itu untuk berbuat anarkis.

“Menurut Komnas HAM siapa saja yang terbukti terlibat harus diproses secara hukum. Kami setuju ini perlu diungkap siapa di belakangnya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Polisi Asep Adi Saputra memastikan, pihaknya kekinian menelisik musabab kematian tersebut. Kerusuhan disinyalir sebagai penyebab pasti jatuhnya korban jiwa saat unjuk rasa. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *