Press "Enter" to skip to content

Analis Cikini Studi: IHSG Diperkirakan 4,745 – 4,826, Fokus Logam Emas, CPO, Retail, IT, Infrastruktur

JAKARTA – Volatile pergerakan DJIA dahsyat semalam, dimana setelah sempat naik tajam 937 poin, tetapi akibat mulai hilangnya tenaga Crude Oil sehingga jatuh -7.95% kemudian menarik turun DJIA ditutup melemah -26 poin (-0.12%) berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG dalam perdagangan Rabu ini ditengah semakin terus bertambahnya jumlah korban tewas secara global akibat Covid-19 mencapai 82,019 orang dan yang terjangkiti mencapai 1,430,516 orang per 7 April, Covid-19 telah menjangkiti sekitar 135,586 orang dan telah menewaskan 17,127 orang (sehari korban tewas naik +604 orang) dan di AS sendiri sudah menjangkiti 400,323 orang dengan jumlah yang tewas 12,837 orang, sementara di Indonesia Virus Corona sudah menjangkiti 2,738 orang dengan jumlah yang tewas 221 orang (Fatality Rate mencapai 8.1%).

Hal itu dikatakan analis Teddy Mihelde Yamin dari Cikini Studi khusus kepada media, Rabu (8/4/2020) pagi di Jakarta dengan mengutip Worldometers Info.

Menurut Teddy, jatuhnya harga komoditas seperti: Gold -1.64%, Oil -7.95% & Coal -0.97% juga berpotensi menjadi sentimen negatif untuk IHSG melanjutkan pelemahan Rabu ini. Lebih lanjut, turunnya EIDO sebesar -0.58% serta melemahnya sebagian Bursa Asia Rabu pagi menjadi sentimen negatif tambahan bagi pelemahan IHSG hari ini. Mengetahui IHSG berpeluang melemah, ditengah secara valuasi masih banyak saham sangat menarik untuk dibeli, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan Buy on Weakness maka dapat fokus atas saham dari Sektor CPO, Infrastruktur, Logam Emas, Retail, Properti dan teknologi Informasi dalam perdagangan Rabu ini. IHSG kami perkirakan pada 4,745 – 4,826 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah LSIP PGAS PTPP ERAA MDKA AALI WIKA MTDL MAPI CTRA.

Dinilainya secara umum bursa saham di developed economies bergerak bervariasi Bursa saham benua kuning bergerak menguat pada perdagangan selasa kemarin. Indeks Hang Seng ditutup menguat +2.12% lalu indeks Shanghai dan Indeks Kospi masing-masing ditutup menguat sebesar +2.05% dan +1.77%. Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar -0.12% di level 22,653 hal ini sejalan dengan pelemahan S&P 500 sebesar -0.16%. Wall Street ditutup melemah tipis dikarenakan sinyal pandemi Covid-19 yang mulai mereda di AS, pelemahan tipis ini jarang sekali terjadi pada beberapa waktu belakangan ini, mengingat bursa Wall Street selalu ditutup menguat tajam ataupun melemah tajam, hal ini membuat anggapan pelaku pasar bahwa volatilitas mulai terjaga. Di samping itu, pasar komoditi, harga CPO menguat +2.57%, harga Minyak mentah WTI Crude Oil melemah -9.39% dan harga Tin menguat +2.39%.

Pada perdagangan 7 April, kata Teddy, IHSG ditutup melemah sebesar -0.69% ke level 4,778 Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya kembali terjaganya volatilitas bursa saham AS yang dengan mencatatkan pelemahan -0.16%, sentimen pandemi Covid-19 masih menjadi fokus utama pelaku pasar dalam menghadapi situasi sulit beberapa waktu belakangan ini.

“Investor perlu memperhatikan kabar negatif dari kembali anjloknya harga minyak mentah dunia mencapai -9% hal ini menyusul dari ketidakpastiannya pertemuan OPEC yang akan membahas tentang kesepakatan jumlah produksi dan harga minyak mentah dunia, terakhir menanti dari rilis data penjualan ritel Indonesia periode Februari 2020 akan diumumkan hari jumat ini,” kata Teddy seorang analis dari Cikini Studi yang juga seorang pengusaha bidang keuangan. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *