Press "Enter" to skip to content

Aneh, Kenapa Luhut Anulir Kebijakan Anies Soal Penghentian Operasional Bus AKAP?

JAKARTA – Keputusan Menteri Koordinator (Menko) Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang membatalkan kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan soal penghentian operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP), bus antar-jemput antarprovinsi (AJAP), serta bus pariwisata dari dan ke Jakarta, dinilai aneh. Padahal kebijakan yang dikeluarkan Gubernur DKI itu justru membantu kebijakan pemerintah pusat soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Demikian disampaikan Intelektual Nahdlatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdalla melalui cuitannya di akun twitter @ulil, Selasa (31/3/2020) terkait keputusan pemerintah dalam hal ini Menko Maritim dan Investasi, Luhut Panjaitan yang menganulir kebijakan Gubernur Anies Baswedan.

Ulil menilai, kebijakan pemerintah pusat ini ‘kadang’ membingungkan. Padahal Presiden Jokowi sudah mengumumkan pembatasan sosial berskala besar.

“Lha, penyetopan bus dari dan ke Jakarta yang diusulkan Anies itu kan untuk membantu PSBB. Kenapa dijegal? Aneh,” tulis Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) itu, terheran-heran.

Diungkapkan Ulil, salah satu problem besar penanganan wabah corona di Indonesia adalah hubungan yang tak akur antara Pemerintah Pusat dan Gubernur DKI Jakarta. Padahal seperti diketahui, Jakarta adalah pusat pandemi Covid-19.

“Masalah politik seperti ini jelas akan menghambat banyak hal,” jelas Ulil yang kemudian mengutip pernyataan Presiden Jokowi, “Fokus kita mencegah meluasnya covid-19 dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain.”

Karena itu, Ulil berharap Pemerintah Pusat dan Pemda DKI dapat rukun bekerjasama menangani wabah corona. Sudah jelas Jakarta ini episentrum Covid-19 di Indonesia, mestinya penanganan di daerah ini mesti serius.

“Pemerintah pusat dan Pemda DKI harus ‘rukun, mawaddah wa-rahmah’. Lha Anies mau nyetop bus dari dan ke Jakarta untuk mengurangi penyebaran virus, dianulir sama Luhut. Njuk piye, Pak? Bingung saya? Sejak awal, Anies serius nangani masalah ini, dituduh ‘cari panggung’ oleh Pemerintah Pusat,” demikian Ulil Abshar. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *