Press "Enter" to skip to content

Dengan Sistem Mitrokrasi, Presiden Bisa Tunjuk Menteri Sesuai Harapan Rakyat

JAKARTA – Situasi dan kondisi politik sekarang ini, akan mempersulit Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencari sosok profesional untuk mengisi jabatan menteri yang memenuhi syarat dan kualifikasi. Karena, selama ini jabatan menteri dipandang sebagai jabatan politis.

Pandangan tersebut, disampaikan Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/2019).

Menurut Karyono, terlegitimasi oleh sistem politik saat ini yang mendorong terjadinya proses koalisi dalam mengusung pasangan calon presiden. Karena itu, menurut dia, sistem meritokrasi bisa menjadi salah satu pendekatan untuk menunjuk menteri yang diharapkan presiden dan rakyat dalam susunan Kabinet Kerja Jilid II.

“Apa yang dinginkan Presiden Jokowi untuk memilih menteri yang profesional, kompeten, memiliki integtitas dan tegas dalam mengambil keputusan merupakan harapan publik,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dalam konteks ini, sudah semestinya Presiden Jokowi memiliki catatan berupa rapor kinerja para menterinya.

Mengapa? Karena Presidenlah yang mengetahui secara presisif rekam jejak (track record) para pembantunya. Bahkan, Presiden juga yang paling mengetahui mana menteri yang layak dipertahankan atau tidak.

“Tetapi pada prinsipnya, saya setuju dengan pendekatan meritokrasi. Namun demikian, dalam hal ini memang tidak mudah untuk meyakinkan publik karena kuatnya persepsi yang terbangun selama ini yang membuat publik kurang percaya terhadap keprofesionalan menteri dari kalangan partai politik,” katanya.

Pasalnya, sambung Karyono, peran dan kinerja menteri dari kalangan profesional berdasarkan hasil riset yang dilakukan Alvara Research Center ternyata lebih disukai publik. Bakhan, berdasarkan hasil survei, publik ternyata memang lebih puas dengan menteri yang berasal dari kalangan profesional. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *