Press "Enter" to skip to content

Diusia 8 Tahun, Jadikan Momentum Kebangkitan Parbi

JAKARTA – Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi), menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 8 di Gedung Toton Baho, Pekayon, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu kemarin (11/4/2021). Dalam HUT-nya kali ini, Parbi menggelarnya dengan sangat sederhana serta menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Ketua Umum PARBI, Andi Situmorang didampingi Penasehat Parbi Nelson Sitompul, SE, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Parbi, Allen Nagasaon Sinaga, Ketua Panitia Hottua Sirait, artis Batak senior Lopez Sitanggang dan Joel Simorangkir dalam konfresi persnya, menyampaikan alasan Parbi menggelar perayaan yang sangat sederhana tersebut.

Dikatakan Andi, kondisi ini (pandemi), tidak boleh membuat para peserta lemas, bahkan membuat mental jatuh, melainkan harus menjadi momentum Parbi untuk bangkit. Karena itulah, seluruh jajaran pengurus Parbi bekerjasama dan saling bahu membahu memikirkan berbagai kreatif dan kreasi untuk panggung para artis di masa pandemi, salah satunya melakukan virtual dan live streaming.

“Dimana hasilnya diberikan kepada para penyanyi. Parbi berupaya keras agar semua anggota tetap bisa sejahtera ditengah-tengah wabah pandemi Covid-19 di Indonesia yang sudah melanda lebih dari setahun,” ujarnya.

Disamping momentum untuk bangkit ditengah Pademi, lanjut Andi, HUT ke 8 Parbi ini juga menjadikan momentum ini untuk merangkul kaum milenial Batak dengan menampilkan drama musikal.

“HUT Ke 8 ini juga akan menjadi momentum kita untuk bangkit dan merangkul para seniman seniman muda,” tambahdia lagi.

Andi Situmorang yang merupakan personil Trio Ambisi ini menambahkan, sebagai organisasi artis Batak terbesar, jelas Parbi juga megembangkan sayapnya dengan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Parbi Banten dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Parbi Tangerang.

Mengamini pernyataan Andi, Penasehat PARBI Nelson Sitompul, SE menambahkan bahwa peringatan HUT Parbi ke-8 ini merupakan tonggak bahwa PARBI akan tetap eksis kedepan, dan mesti menaungi, merangkul dan menyatukan-orang-orang yang berkarya seni supaya lahir ciptaan yang agung.

“Diharapkan para seniman agung ini bisa berkiprah bukan hanya di belantika musik pop Batak dan nasional, namun juga internasional,” kata Nelson juga menaruh perhatian kepada seniman milenial Batak, karena masih punya harapan dan mimpi besar sebagai penerus seniman Batak kedepan.

Sementara Sekretaris Jenderal PARBI, Allen Nagasaon Sinaga mengucap syukur memasuki usia ke-8 tahun ini Parbi mampu mengembangkan sayapnya dengan membentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

“Kini kita sudah punya DPD Parbi Banten. Juga, DPC Tangerang. Dan menyusul nanti dibentuknya DPD Parbi Jawa Barat,” paparnya.

Allen melanjutkan, pembentukan DPD Jawa Barat ini penting sebab di provinsi ini ,erupakan salah satu wilayah basis artis Batak yang paling banyak. Seperti di Bogor, Depok dan Bekasi.

“Kepada seluruh pelaku seni Batak, mari kita bersama membuka DPD dan DPC Parbi seperti wilayah Sumatera Utara, Medan dan Pematangsiantar,” kata dia.

Sedangkan Ketua panitia, Hottua Sirait menjelaskan Tema HUT Ke-8 Parbi adalah “Melangkah Bersama Menuju Era Digital”. Tema ini diambil agar Parbi bisa melangkah bersama menuju era digital.

“Dalam rangka HUT ini kita juga mengajak seluruh anggota Parbi untuk bersama menghadapi perubahan yang tidak bisa kita hindari,” tukasnya.

Hottua mengatakan tidak hanya artis penyanyi dan pencipta lagu, artis lawak batak, artis musik etnik dan artis milenial Batak mesti melangkah bersama di era digital ini.

“Karena itu, malam ini kita akan adakan gebyar musik 8 tahun PARBI dengan melibatkan kaum milenial Batak yang akan membawakan drama musikal,” kata dia.

Menyikapi kehadiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik yang ditandatangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) tanggal 30 Maret 2021, Sekjen Parbi mengapresiasi PP tersebut, karena merupakan amanat Pasal 35 ayat (3) dari UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

“PP tersebut untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum terhadap pencipta, pemegang hak cipta dan pemilik hak terkait terhadap hak ekonomi atas lagu dan atau musik. Kita mengapresiasi penetapan PP Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik yang ditandatangani Presiden Jokowi,” tutupnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *