Press "Enter" to skip to content

Fahri Hamzah: Demi Nasib Masyarakat, DPR dan DPD Harus Bersuara Lantang ke Pemerintah

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora, Fahri Hamzah meminta para wakil rakyat yang duduk di DPR maupun DPD RI untuk bersuara lebih lantang atau keras ke pemerintah, demi nasib masyarakat.

“Hal itu harus dilakukan agar kepentingan masyarakat bawah tersampaikan ke masyarakat,” kata Fahri melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/1/2021).

DPR dan DPD RI, lanjut Fahri, memiliki hak imunitas dan protokoler yang melindungi hak pribadi selain hak kelembagaan. Keistimewaan yang dimiliki para wakil rakyat itu, termasukhak bertanya kepada pemerintah.

“Mereka punya hak berbicara, imunitas dan protokoler sebagai hak pribadi selain hak kelembagaan yang tinggi, itu harus digunakan untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, mantan Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 itu juga menyebut bahwa dengan mandat yang diberikan rakyat, DPR dan DPD harusnya semakin kuat dan rakyat juga semakin kuat terwakili.

“Begitulah jika seorang mendapat mandat dari rakyat, mereka menjadi kuat dan rakyat menjadi kuat terwakili,” ujarnya.

Unutk itu, Fahri mengajak seluruh warga negara Indonesia untuk konsisten membawa kebenaran demi satu tujuan dan rasa cinta negara yang sama. Jika seorang mendapat mandat dari rakyat, mereka menjadi kuat dan rakyat menjadi kuat terwakili.

“Adapun kita, sebagai rakyat sebenarnya kita ingin kerja, urus keluarga dan ibadah. Tapi kalau ada masalah dengan fungsi-fungsi kekuasaan negara, kita tetap harus menempuh jalan hukum,” ucapnya.

Fahri juga mengatakan bahwa rakyat harus terus maju ke depan, karena rakyat itu permanen, membawa suara kebenaran. Sementara Pemerintah berganti sepanjang jalan.

“Jadi, selama kita mengusung kebenaran maka kita adalah saudara. Cara boleh beda, tapi tujuan tetap sama. Kita mencintai negeri kita,” tandasnya.

Terakhir, Fahri Hamzah mengajak rakyat untuk bersatu, intinya bukan menolak perbedaan tetapi merakit persamaan dalam melihat tantangan. Apalagi, disaat masa sulit seperti sekarang, dimana pandemi corona, banjir, gempa dan lain-lain

“Dalam keadaan ini kita memerlukan cara pandang yang dewasa dan rekonsiliatif,” pungkas politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *