Press "Enter" to skip to content

Fahri Hamzah: Gejolak Papua Akibat Jarangnya Pemerintah Membangun Infrastruktur Pemikiran

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah merespons gejolak yang terjadi di Papua, yang berujung gugurnya Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Mayor Jenderal TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha akibat baku tembak. Fahri menyatakan gugurnya Kabinda Papua tersebut, menjadi pertanda jarak antara Jakarta-Papua semakin menjauh dan ini diakibatkan terlalu fokusnya pemerintah pusat membangun insfrastruktur fisik di Provinsi paling ujung TImur Indonia itu.

“Dari dulu saya katakan, berbahaya bila kita memahami infrastruktur sebagai infrastruktur fisik, sehingga kita jarang membangun infrastruktur pemikiran, infrastruktur pengertian,” kata Fahri kepada wartawan di Jakarta Sabtu (1/5/2021).

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini lantas menuturkan berbagai aksi teror di Papua yang terjadi, justru saat ada akselerasi pembangunan infrastruktur fisik di Papua, termasuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua pada Oktober 2021.

“Ada problem pada infrastruktur pengertian, dialog atau hati,” ucap Fahri seraya berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menerjunkan tim yang lebih komprehensif menjelang pelaksanaan PON agar momen tersebut betul-betul menjadi momentum rekonsiliasi dan persatuan nasional.

Di sisi lain, Fahri menegaskan pelaksanaan PON harus menjadi memontum penting untuk mengintropeksi bahwa selama ini ada jarak antara Jakarta-Papua. Sebab, yang berbahaya itu bukan jarak fisik, tetapi jarak pengertian dan jarak perasaan

“Ini yang harus kita selesaikan. Mudah-mudahan PON bisa menjadi momentum penyelesaian. Bukan saja rekonsiliasi bagi bangsa Indonesia secara umum, tetapi khususnya rekonsiliasi bagi Papua,” demikian poitisi Partai Gelora dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *