Press "Enter" to skip to content

Fahri Hamzah: Jokowi Harus Hati-Hati dengan Orang Sekeliling

JAKARTA – Mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019, Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berhati-hati terhadap orang-orang di sekelilingnya, yang tidak jujur sehingga menyebabkan krisis ekonomi-politik di Indonesia.

“(Orang-orang) Di sekitar Pak Jokowi sedang berlomba saling merebut jabatan untuk kepentingan pribadi. Sehingga Pak Jokowi harus selektif dan mencari informasi yang benar untuk kepentingan publik,” kata Fahri saat menjadi narasumber dalam di episode perpisahan Indonesia Lawyer Club (ILC) pada Selasa malam (15/12/2020).

Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ini pun berharap Jokowi datang dengan kerendahan hati untuk mencarih informasi-informasi yang benar, dan jangan terlalu percaya orang-orang di sekelilingnya. Ia juga mengatakan orang-orang yang berlomba mendaki kekuasaan ini tidak peduli dengan masa depan bangsa Indonesia.

“Mereka juga tidak peduli jika suatu hari nanti Presiden Jokowi dipanggil ke Mahkamah HAM karena telah melanggar hak asasi banyak orang. Mereka hanya berpikir yang penting hari ini dia menang. Orang-orang di sekitar Anda tidak jujur, dengarlah orang-orang yang jujur yang berbicara dengan hatinya,” ujar Fahri.

Apalagi saat ini, Fahri mengatakan ada bencana lain selain Covid-19 dan kemiskinan yang melanda Indonesia, yakni krisis sosial, akibat perbedaan pendapat dengan aparat atau pemerintah yang berakibat bui. Menurutnya, banyaknya kasus perbedaan pendapat dengan pemerintah atau aparat kepolisian hingga dipolisikan, adalah awal dari bencana sosial yang akan terjadi di tanah air.

“Orang berbicara berbeda dengan aparat dengan pemerintah masuk penjara. ini adalah awal bencana. Apabila pemerintah tidak deliver, akan tambah banyak kemarahan, juga akan tambah banyak kriminalitas, setelah krisis politik bisa terjadi krisis sosial,” imbuhnya.

Bencana itu, kata Fahri bisa diselesaikan jika Jokowi mau rendah hati dan mendengarkan pendapat publik, daripada mendengarkan orang-orang di lingkarannya yang tidak jujur.

“Saya percaya bahwa kita kuat dan kita akan keluar dari krisis ini, tapi belum ada kerendahan hati untuk menerima dan mengajak semua untuk keluar dari krisis ini sama-sama: Mari kita atur kita terus bisa bersaudara dan bersatu,” pungkasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *