Press "Enter" to skip to content

Fahri Hamzah: Kaum Perempuan Bisa Pimpin Gelombang Solidaritas 2020 Lawan Covid-19

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah berpandangan bahwa kaum perempuan memegang peranan penting dalam Gelombang Solidaritas 2020, utamanya tentang bagaimana melihat persoalan pandemi virus corona atau Covid-19 yang tengah melanda Tanah Air, dan juga hampir diseluruh belahan dunia.

“Perempuan mengetahui betul bagaimana menanggapi persoalan Covid dari perspektif agama maupun keluarga, sebelum ditemukan vaksin virus corona,” kata Fahri Hamzah saat zoominari bersama Perempuan Sumatera: Gerakan Solidaritas menghadapi Covid-19, Selasa (9/6/2020).

Menurut Fahri, Gelombang Solidaritas 2020 ini sebenarnya ikhtiar bagaimana melihat persoalan kekinian Covid-19 secara komprehensif, karena penyelesaiannya tidak bisa lagi secara rasional, harus ada perspektif agamanya. Apalagi saa ini, terjadi perdebatan antara scientific dengan agama, dan pada kenyataannya scientific atau ilmu pengetahuan belum bisa menyelesaikan masalah pokok, dengan belum ditemukannya vaksin untuk mengatasi virus ini.

“Jadi kaum scientific saat ini sedang digugat, maka untuk menyelesaikannya sebagai bangsa beragama dengan perspektif agama dan ketuhanan,” tambah mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu lagi.

Fahri mengatakan pandemi Covid-19 ini menyerang personal, bukan negara sehingga semua pihak, negara maupun ilmuwan terlihat ‘gelagapan’, karena tidak menduga sebelumnya.

“Kalau yang diserang negara analoginya seperti bumi diserang oleh ‘alien’, semua negara sudah menyiapkan terutama Amerika Serikat. Nah, yang diserang sekarang ini personal atau individu. Disinilah diperlukan gelombang solidaritas yang muaranya dimulai dari diri sendiri untuk membangun optimisme dalam menjaga imunitas tubuh, sebelum ditemukan vaksinnya,” sebut dia.

Perbaiki gaya hidup, membersihkan diri maupun lingkungan sekitar, masih menurut Fahri sebenarnya hal itu sudah diajarkan dalam Islam dengan cara berwudhu, dimana hidung harus dibersihkan karena disitulah tempat bersarangnya berbagai macam virus. Karena semua tentu tahu bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

New Normal

Saat ini dalam kehidupan new normal yang akan dijalankan, Fahri berpendapat perlunya menerapkan standar-standar higienis, menjaga kebersihan dan menghentikan upaya perusakan lingkungan, lanjutnya. Sebab, bukan mustahil munculnya virus Corona dipicu adanya kerusakan lingkungan.

“Di kampung saya di Sumbawa dahulu , airnya bersih bisa diminum, sekarang mau dibuat mandi saja susah seperti Sungai Ciliwung. Semua rusak, sungai, laut dan hutan,” paparnya prihatin.

Dalam upaya ini, lanjutnya, perempuan lebih bisa diandalkan daripada laki-laki. Perempuan bisa memberdayakan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat agar menerapkan protokol imunitas melalui gerakan Gelombang Solidaritas 2020.

“Covid-19 membuat negara seperti tidak berdaya, kehilangan akal, masyarakatnya dibuat nrimo (menerima), agama seperti dinonaktifkan. Melalui gelombang solidaritas ini, peran besar perempuan diperlukan untuk mengajak seluruh akal kolektif bangsa untuk melakukan perubahan,” pungkas Fahri Hamzah. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *