Press "Enter" to skip to content

Fahri Hamzah Menganalogikan Parpol Seperti Warung Makan

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah menganalogikan partai politik (parpol) dalam sistem demokrasi itu seperti sebuah warung makan. Jika masakannnya enak, maka akan dinikmati orang sehingga warung tersebut akan terus berjalan.

“Sebaliknya, jika tidak enak maka warung tersebut akan bangkrut dan bubar, orang tidak ada satu yang mampir untuk makan,” kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/2/2021).

Sedang untuk menghasilkan produk terbaik, menurut mantan Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 itu, parpol harus memiliki pemikiran dan cita-cita besar. Namun yang menjadi masalahnya, ide besar bisa saja kalah dengan ide kecil yang dimarketkan dengan keuangan besar.

“Papol sekarang citranya jelek, dulu dibentuk melawan penjajah, sekarang dianggap mesin uang, mesin kekuasaan,” sebut Fahri.

Meski begitu, dia mengungkapkan Partai Gelora siap menjadi wadah untuk menampung beragam aspirasi dan ide-ide besar untuk kemajuan bangsa. Terlebih, Partai Gelora menurutnya adalah jawaban dari tantangan zaman itu sendiri.

Fahri menyampaikan, ada 3 cara untuk menjaga demokrasi di Indonesia. Pertama, berkomitmen pada narasi demokrasi. Kedua, penguatan institusi yang terus menerus dan ;ketiga, Leadership.

“Parpol sebagai salah satu pilar penting dalam demokrasi justru saat ini mendapat tantangan berat khusunya di kalangan generasi muda yang tidak tertarik terhadap partai politik. Padahal jumlah komposisi pemilih muda khususnya kamum milenial di 2024 sudah dominan,” demikian politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *