Press "Enter" to skip to content

Fahri Hamzah: Penghentian Penyelidikan 36 Kasus, Aib Bagi KPK

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menilai penghentian penyelidikan 36 kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harus diaudit lebih lanjut oleh pihak terkait. Sebab menurut dia, kasus yang ingin diberhentikan itu ada aroma permainan masa lalu.

“Kalau saya sebenarnya sebagai bagian dari residu dari masa lalu harusnya 36 kasus ini diaudit. Menurut saya mencium ada potensi kasus-kasus itu dulu menjadi bagian dari permainan,” kata Fahri disela-sela acara peluncuruan “Buku Putih Fahri Hamzah: Kronik Daukat Rakyat Vs Daulat Parpol” di bilangan Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Selain itu, Fahri yang juga mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu menilai, penghentian penyilidikan 36 kasus oleh KPK merupakan aib bagi lembaga-lembaga anti rasuah tersebut.

“Penghentian penyelidikan 36 kasus tersebut merupakan bukti bahwa ada kasus yang disembunyikan oleh KPK kepada masyarakat selama ini. Dan sekarang itu artinya aibnya KPK, artinya selama ini ada 36 kasus yang diperem,” sebut dia lagi.

Fahri mengatakan, masyarakat berhak bertanya kepada KPK bahwa 36 kasus yang ingin diberhentikan itu diproses seperti apa di KPK.

“Rakyat itu boleh nanya jadi selama ini 36 kasus ini diapain aja,” pungkasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *