Press "Enter" to skip to content

Fahri Hamzah Sindir Para Saintis atas Kemunculan ‘Prof’ Hadi Pranoto

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah ikut mengomentari polemik tentang sosok Hadi Pranoto, yang mengklaim telah menemukan obat herbal untuk pasien terinveksi virus corona atau COVID-19 saat diwawancarai musisi Herdian Aji Prihartanto alias Anji.

Melalui postingannya di akun Twitter pribadinya, Senin (3/8/2020) Fahri menyapa Hadi Pranoto yang disebut Anji bergelar profesor itu. “Pagi, apa kabar Hadi Pranoto?” tulis Fahri.

Mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu menyindir para saintis atas kemunculan Hadi Pranoto dan polemik yang telah ditimbulkannya.

“Di negeri yang para saintis terkurung di ruang lab tanpa juru bicara. Maka yang akan tampil menjawab persoalan adalah dukun atau ‘Prof’ Hadi Pranoto,” tulis Fahri.

Selain itu, politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut juga tidak ingin di tengah-tengah kerja senyap para peneliti, tiba-tiba muncul berita soal vaksin impor sudah masuk.

“Entah apa yang dilakukan para peneliti kita di lab, tak ada kabar, nanti tiba-tiba keluar berita, “vaksin impor sudah tiba!”.

Lah, kirain lagi bikin sendiri diam-diam ternyata enggak ngapa-ngapain. Lalu muncullah harapan palsu dari mana-mana. Pada bahlul sih!” tulisnya.

Maka dari itu, mantan politikus PKS tersebut mendorong agar para peneliti tanah air untuk bicara ke publik mengenai apa yang mereka kerjakan dan bagaimana progresnya.

“Kalau para saintis ada jubir-nya maka bicaralah sekarang. Progres apa yang sudah kita capai dalam menjawab tantangan pandemi ini. Bangsa ini ingin mendengar. Apa semua pada kapok dengan kasus vaksin flu burung dulu?” kata Fahri.

Terakhir, dia mengingatkan bahwa yang diperlukan bangsa ini sekarang adalah persatuan. Sebab, dia tidak bisa membayangkan bangsa yang besar dan kuat ini tampak tak berdaya menghadapi pandemi Covid-19.

Apalagi, sumberdaya Indonesia begitu banyak, hutannya lebat, laut dan darat adalah sumber herbal dan obat. Belum lagi para sarjana dan peneliti yang dimiliki bangsa ini juga hebat-hebat.

“Maka, yang diperlukan hanyalah tenaga pemersatu ke depan. Ini kunci! Ilmuan harus bersatu dan berada di depan. Jangan biarkan politisi mendominasi percakapan soal pandemi ini,” tandasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *