Press "Enter" to skip to content

Fari Hamzah Minta Menko Polhukam Beri Perhatian Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

JAKARTA – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah meminta Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan perhatian kepada kasus penusukan pendakwah Syekh Ali Jaber. Ia juga meminta proses pemeriksaan terkait kasus ini dibuka ke publik, mengingat insiden penusukan Ali Jaber merupakan sebuah isu besar.

“Mohon perhatian. Kalau bisa hasil pemeriksaanya dibuka. Ini isu besar,” kata Fahri melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2020) menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD, terkait kasus penikaman ulama kondang Ali Jaber.

Mantan Wakil Ketua DPR RI itu pun menyatakan kepada Mahfud bahwa sosok yang berwenang menyatakan seseorang mengalami gangguan jiwa alias gila hanya psikolog atau dokter jiwa. Menurutnya, status seseorang mengalami gangguan jiwa tidak bisa diketahui hanya berdasarkan keterangan dari pihak keluarga.

“Untuk mengetahui orang itu gila, jangan tanya keluarga dan tetangganya. Sebab bisa direkayasa. Tapi tanya asosiasi psikolog dan dokter jiwa yang disumpah untuk tugas itu,” ucap Fahri.

Mahfud sebelumnya mengaku tak percaya begitu saja bahwa pelaku penusukan Ali Jaber merupakan orang dengan gangguan jiwa.

“Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasarkan pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya. Kita akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak setelah diselidiki,” kata dia dikutip dari instagram resminya, Senin (14/9/2020).

Menurut Mahfud, untuk menyimpulkan bahwa pelaku penyerangan itu merupakan orang dengan gangguan jiwa, bisa juga dibuktikan dengan mengambil keterangan dari teman, tetangga hingga memeriksa jejak digital pelaku.

Pun begitu dengan Ali Jaber. Ia mengaku tidak percaya sosok penyerangnya memiliki gangguan jiwa. Menurutnya, dari cara menyerangnya sang pelaku sangat terlatih.

“Saya tidak percaya kalau pelaku gila. Cara dia (pelaku) memburu targetnya yakni saya menuju ke bagian yang paling vital (nyawa). Menurut saya, pelaku ini bukan gangguan jiwa karena dia sangat berani dan terlatih saat menusuk saya,” kata Ali Jaber kepada wartawan di Bandar Lampung, Senin (14/9/2020) kemarin. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *