Press "Enter" to skip to content

GPII Jabar Tuntut Polisi Ungkap Motif Dibalik Penyerangan Kepada Syekh Ali Jaber

JAKARTA – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII) Jawa Barat mengecam dan mengutuk keras upaya pembunuhan terhadap ulama Syekh Ali Jaber. Penyerangan kepada ulama kembali terjadi, kini korbannya adalah seorang ulama dan pendakwah yang cukup dikenal masyarakat luas. Beliau ditikam orang tak dikenal dengan sebilah pisau secara tiba-tiba di saat sedang memberi ceramah dalam acara Wisuda Tahfid di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Bandar Lampung (13/09/2020).

Diketahui, pelaku penikaman merupakan seorang pemuda berumur 24 tahun bernama Alpin Andrian Bin M. Rudi, yang merupakan warga Gang Kemiri, RT 33 Kelurahan Suka Jawa Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung.

“Kejadian begitu cepat, kalau saja tidak menghindar dan menangkis dengan tangan, bisa-bisa pisau sudah menancap di bagian leher atau dada. Pengakuan Syekh Ali, tikaman pisau begitu keras dan menancap kuat, ketika pelaku mencoba mencabut kembali pisau tersebut patah, dan patahan pisau masih tertancap di tangan,” kata Irwan Sholeh Amir, selaku Ketua Umum PW GPII Jawa Barat.

Namun, Irwan melihat upaya pembunuhan Syekh Ali Jaber ini banyak kejanggalan, belum diketahui motif sesungguhnya pelaku. Sementara pengakuan pihak keluarga menyatakan pelaku memiliki gangguan jiwa. Hasil interogasi polisi pun menunjukkan pelaku sering berhalusinasi dan merasa dihantui oleh Syekh Ali dalam mimpinya.

“Apa yang harus ditakuti dari pribadi Syekh Ali? Semua orang tahu bahwa Syekh Ali merupakan pribadi yang lembut, ramah dan santun. Ulama yang konsisten mendakwahkan Al-Qur’an,” katanya.

Irwan mengatakan, usia pelaku penikaman masih sangat muda, bisa jadi masih sangat labil dan belum matang. Pada usianya sekarang akan mudah dipengaruhi.

“Semua ingin tahu, apakah ada pihak lain dalam sekenario penyerangan ulama ini. Kejadian ini merupakan peringatan, agar semua lebih waspada menjaga ulama,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Irwan, PW GPII Jabar menuntut pihak Kepolisian segera mengungkap motif di balik upaya pembunuhan Syekh Ali Jaber, dan hukum seberat-beratnya pelaku.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga ulama dan jangan terpancing sekenario adu domba oleh pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini. Tetap jaga persatuan dan lawan segala bentuk teror kepada ulama,” pungkasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *