Press "Enter" to skip to content

IHSG Turun 2,95 Persen, Analis Sebut Kondisi Market Tak Kondusif

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (ISHG) pada sesi I siang Kamis (12/3/2019) turun 151,5 (2,95 persen) ke level 5.002,5. Sebelumnya, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.040 dan level terendah 4.929.

Menanggapi kondisi tersebut, analis dari Cikini Studi, Teddy Mihelde Yamin dihubungi via telpon, Kamis (123/20200 menyebut kalau kondisi market sangat tidak kondusif, sehingga prediksi IHSG masih akan melanjutkan penurunannya.

Sebaiknya, menurut Teddy, jika portfolionya ada saham yang non LQ45, lebih baik dilikuidasi terlebih dahulu dan yang Lq45, Kompas 100 atau masih dalam index IDX 30 pelan pelan boleh di cicil jual, lebih aman pegang cash dulu dan yang ingin average down/ beli saham divensif mohon bersabar dulu.

“Mayoritas bursa saham di developed economies bergerak melemah. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Hang Seng ditutup melemah -0.63% lalu indeks Shanghai dan Indeks Kospi masing-masing ditutup melemah sebesar -0.94% dan -1.41%,” bebernya.

Sementara itu, masih menurut Direktur EKsekutif Cikini Studi itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar -5.86% di level 23,553 hal ini sejalan dengan pelemahan S& P 500 sebesar -4.89%. Wall Street ditutup melemah dikarenakan pengumuman WHO tentang penyebaran virus corona yang sudah masuk kategori pandemi (penyebaran penyakit sudah terjadi di banyak negara di berbagai benua).

“Ditambah lagi, kebijakan fiskal yang direncanakan Presiden AS Donald Trump yang belum kunjung diresmikan, sehingga membuat pasar semakin memburuk,” sebut Teddy.

Di samping itu, pasar komoditi, harga CPO menguat +1.33%, harga minyak mentah WTI Crude Oil melemah -4.02% dan harga nickel melemah -2.05%. Pada perdagangan 11 Maret 2020, IHSG ditutup melemah sebesar -1.28% ke level 5,154.

Sentimen penggerak pasar hari ini, tambah Teddy, diantaranya koreksi dalam bursa Wall Street menjadi katalis negatif untuk perdagangan hari ini, kedua dari perkembangan virus Corona yang diumumkan WHO menjadi pandemi, selain itu dari harga minyak yang kembali melemah -4% akibat perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia yang masih berlanjut.

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah 113,14 poin atau 2,2 persen ke posisi 5.040,97 pada Kamis. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 28,85 poin atau 3,52 persen menjadi 790,92.

Berdasarkan data bursa, kumpulan saham unggulan yang tergabung dalam indeks Investor33 meelemah 10,3 (2,65 persen) mencapai 381,6. Sedangkan indeks LQ45 melemah 25,6 poin (3,14 persen) ke level 794,1. Adapun indeks berbasis syariah yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) turun 16,0 (2,97 persen) mencapai 526,2.

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 28.580 miliar saham senilai Rp 3,000 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 353 saham melemah dan 88 saham stagnan.

Seluruh pergerakan sektor saham melemah dengan penurunan terdalam saham sektor industri dasar sebesar 5,7 persen disusul pertanian sebesar 4,5 persen, demikian Teddy Yamin. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *