Press "Enter" to skip to content

Kapolda Sultra Didesak Mundur, KMI Berharap Kapolri Bijak Menyikapi Desakan Itu

JAKARTA – Berawal dari sebuah video yang merekam sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China berbondong masuk melalui Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Utara, Kapolda Sultra Brigjen Polisi Drs. Merdisyam M.Si., kena bully di jagad maya dengan Hastag #CopotKapoldaSultra. Kapolda dinilai lalai membiarkan para TKA asal China masuk, padahal di negara asal tengah mewabah virus corona atau COVID-19.

Menyikapi desakan pencopotan terhadap Kapolda Sultra, Brigjen Polisi Merdisyam tersebut, Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI) Edi Homaidi lewat siaran tertulisnya yang diterima redaksi beritabuana.co, Selasa (17/3/2020) menyayangkan adanya desakan pencopotan tersebut.

Menurut Edi, apa yang dijalankan oleh Brigjen Merdisyam sudah sesuai prosedur tetap (protap) di Kepolisian. Apalagi pihak Polda Sultra, hanya menerima penyerahan pelaku perekam video tersebut dari Lanud, karena waktu itu diamankan oleh Lanud.

“Lagi pula, pelaku yang diketahui bernama Hardiono (39), seorang warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), sudah menyatakan permohonan maaf atas video viral dengan durasi 58 detik itu,” ujarnya.

Untuk itu, Edi Homaidi meminta kepada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis agar bersikap bijak dalam mengambil keputusan, terkait anak buahnya tersebut. Kapolri perlu mendengarkan masukan dari kedua belah pihak, baik anak buahnya sendiri, juga dari pihak luar yang menginginkan pencopotan Merdisyam dari jabatan Kapolda Sultra itu.

“Saya yakin, Pak Kapolri Idham Azis akan bijak dalam mengambil keputusan terhadap anak buahnya itu. Apalagi berdasarkan apa yang saya diketahui, sosok Kapolda Sultra Brigjend Pol Merdisyam orang yang memiliki track record bagus,” ujarnya.

Selain itu, Merdisyam merupakan pejabat Polri yang menduduki jabatan strategis sejak 5 Januari 2018, juga peraih penghargaan Satyalencana Dwija Sistha dan Satyalencana Kesetiaan 16 tahun.

“Banyak pula riwayat jabatan yang telah ia lakoni sejak mengabdi ke institusi Polri. Seperti tahun 2006, dia memperoleh jabatan sebagai Wakil Kepala(Waka) Polres Bekasi Polda Metro Jaya, tahun 2010 menjabat sebagai Kepala Polres Karawang Polda Jabar, tahun 2013 sebagai Dirintelkam Polda Gorontalo dan jabatan terakhir sebagai Dirsosbud Baintelkam Polri,” bebernya.

Sebelumnya, puluhan TKA asal China di Bandara Haluoleo (HO) Kendari yang datang dengan menggunakan pesawat Lion Air, terekam warga, Minggu 15 Maret 2020. Kejadiannya sekitar pukul 20.00 Wita, saat jadwal paling akhir kedatangan pesawat di bandara pada hari itu.

Dalam video tersebut, pekerja asal China datang secara bergerombol saat keluar dari pintu pesawat dan masuk di dalam lobi bandara. Video berdurasi 58 detik itu, merekam TKA China yang datang melalui lobi dan masuk di ruang tunggu bandara. Selanjutnya, tanpa ada pengawalan dan pemeriksaan, pekerja asal China melenggang keluar di halaman parkir. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *