Press "Enter" to skip to content

Kekhawatiran Corona, Bursa Saham di Developed Economies Bergerak Melemah

JAKARTA – Kekhawatiran atas dampak yang akan ditimbulkan pandemi virus corona atau COVID-19, terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS), mendorong DJIA turun tajam pertama kali dibawah level 20,000 sejak Februari 2017, setelah turun sebesar -6.30% semalam.

Kejatuhan tersebut, menurut analis Cikini Studi, Teddy Mihelde Yamin kepada media, Kamis (19/3/2020), berpotensi mendorong IHSG turun dihari ini, ditengah semakin bertambahnya jumlah korban tewas per 19 Maret secara global akibat COVID-19 mencapai 8,962 orang dan yang terjangkiti mencapai 218,952 orang.

Dimana, lanjut Teddy, penyebaran COVID-19 yang paling cepat terjadi di Italy, yang telah menjangkiti sekitar 35,713 orang dan telah menewaskan 2,978 orang ( sehari korban tewas naik +475 orang ) dan di AS sendiri sudah menjangkiti 9,301 orang dengan jumlah yang tewas 264 orang, sementara di Indonesia sudah menjangkiti 227 orang dengan jumlah yang tewas 19 orang.

Menurut dia, jatuhnya harga WTI Crude Oil ke titik terendah selama 24 tahun terakhir setelah kemarin turun tajam -17.99% ditengah kejatuhan harga komoditas lain seperti: Nikel -4.45%, Timah -4.05% serta Gold -2.27% ditengah jatuhnya EIDO turun -10.25% berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perdagangan Kamis ini.

“Dilain pihak, jatuhnya sebagian indeks Bursa Asia serta semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap US Dollar yang sudah berada dilevel 15,315 dihari Kamis pagi ini, juga berpotensi menjadi sentimen negatif hari ini. Mengetahui IHSG berpeluang melanjutkan kejatuhannya, ditengah secara valuasi banyak saham menjadi sudah semakin sangat attractive, kami merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan Buy on Weakness, maka dapat fokus atas saham super defensive dari Sektor Farmasi, Bank, Logam, Telko & Konsumer dalam perdagangan Kamis ini. IHSG kami perkirakan bergerak pada 4,114 – 4,354 adapun saham – saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah KLBF MDKA BBRI INDF BBCA TLKM,” sebutnya.

Dinilai Direktur EKsekutif Cikini Studi ini bahwa mayoritas bursa saham di developed economies bergerak melemah. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Indeks Hang Seng ditutup melemah -4.18% lalu indeks Shanghai dan Indeks Kospi masing-masing ditutup melemah sebesar -1.83% dan -3.99%.

Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar -6.30% di level 19,898 hal ini sejalan dengan pelemahan S&P 500 sebesar -5.18%. Wall Street ditutup melemah akibat kasus pandemi Corona yang terus bertambah, setelah sebelumnya Presiden Trump mengeluarkan stimulus fiskal yang ternyata belum bisa membuat bursa AS kembali menguat pada perdagangan semalam. Di samping itu, pasar komoditi, harga Emas melemah -2.47%, harga Minyak mentah WTI Crude Oil melemah -24.42% dan harga Nickel melemah -6.27%.

Diprediksinya, pada perdagangan 18 Maret, IHSG ditutup melemah sebesar -2.83% ke level 4,330. Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya bursa AS yang kembali mengalami kejatuhan -6% yang akan berdampak negatif pada bursa Asia termasuk bursa domestik, selanjutnya perkembangan kasus virus Corona di Indonesia patut diperhatikan melihat semakin bertambahnya jumlah korban yang positif Covid-19 serta menunggu stimulus kebijakan dari pemerintah Indonesia dan suku bunga BI yang akan diumumkan hari ini, kejatuhan harga minyak juga patut diwaspadai pelaku pasar. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *