Press "Enter" to skip to content

Kelakuan Wahyu Setiawan Hilangkan Kepercayaan Publik Terhadap KPU

JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu komisioner KPU, Wahyu Setiawan telah mencoreng citra lembaga penyelenggara pemilu. Bahkan, apa yang dilakukan oleh Wahyu itu berdampak pada hilangnya kepercayaan publik terhadap demokrasi dan KPU secara kelembagaan.

Kritikan ini disampaikan Koordinator Nasional Seknas Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Alwan Ola Riantoby kepada wartawan di Jakarta, Rabu (9/1/2020).

KPU sebagai lembaga yang independen dan mengedepankan integritas, sebut Alwan, ternyata komisioner KPU telah meruntuhkan integritas moralnya dengan praktik korupsi. Apa yang dilakukan Wahyu itu sangatlah disayangkan, meski sebelumnya lembaga antirasuah itu juga pernah melakukan OTT terhadap anggota KPU Mulyana W. Kusumah tahun 2005 silam.

“OTT ini menjadi tidak linear dengan semangat KPU yang ingin melarang mantan napi koruptor maju pada pilkada. Kejadian tersebut juga sangat berdampak pada tahapan pilkada 2020 yang akan dilaksanakan di 270 daerah,” ujarnya.

Dalam kasus OTT Wahyu Setiawan, JPPR secara tegas mengatakan kepada penegak hukum agar segera memberikan tindakan kepada siapapun yang terindikasi korupsi di lingkungan KPU.

“OTT Wahyu Setiawan ini sebagai momentum KPU untuk membersihkan lembaga dari oknum koruptor. JPPR meminta KPU membuka ke publik secara objektif siapa yang memberikan suap, dan apa indikasinya,” pungkasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *