Press "Enter" to skip to content

KMI Sambut Positif Keberadaan Omnibus Law

JAKARTA – Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Humaidi menyambut positif Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law yang tengah digodok pemerintan untuk selanjutnya disampaikan ke DPR RI.

“KMI berpdangan, Omnibus Law ini sangat dibutuhkan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan iklim investasi di Indonesia yang stagnan,” kata Edi Humaidi disela-sela diskusi bertema “Urgensi Omnibus Law dalam Mempecepat Transformasi Ekonomi” di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Lantas dirinya menjelaskan, pada 2019 tingkat pertumbuhan investasi di Indonesia dapat dibilang stagnan, yaitu hanya berada pada batas bawah 5 persen.

“Stagnansi investasi di Indonesia merupakan imbas dari sulitnya iklim investasi dan perizinan di Indonesia,” sambungnya.

Berdasarkan realitas itulah, menurut Edi, Omnibus Law diharapkan menarik investasi untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

“Apalagi ditahun 2024, Indonesia mempunyai cita-cita keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah karena potensi untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan kelas menengah sangat besar,” tuturnya.

Namunm, Edi beharap gar pembentukan Omnibus Law harus menjawab pelbagai persoalan, salah satunya adalah tumpang tindihnya peraturan perundang-undangan yang selama ini kerapkali menghambat iklim investasi.

“Untuk itu, konsep Omnibus Law yang digagas Presiden Jokowi diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mempercepat transformasi ekonomi serta dapat meningkatkan iklim investasi di Indonesia,” tandasnya.

Sedang diskusi yang digelar KMI itu sendiri menghadirkan narasumber penting, seperti Ekonom dan Rektor Universitas Paramadina, Prof. Firmansyah, Tim Penyusun RUU Omnibus Law Dr. Ahmad Redi, dan Ditjen PHI Kemenaker, Haiyani Rumondang. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *