Press "Enter" to skip to content

KPK Jadwalkan Panggil Vice President of Corporate Financial Control AP II

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini Jumat, 4 Oktober 2019, dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) atau sistem penanganan bagasi. Salah satu saksi yang dipanggil adalah Mulyadi, Vice President of Corporate Financial Control PT. Angkasa Pura II (Persero).

Kabiro Humas yang juga Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta, Jumat (4/10/2019) menjelaskan bahwa pemanggilan saksi terkait kasus dugaan suap yanh diduga melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mulyadi dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Darman Mappangara.

“Yang bersangkutan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka DMP (Darman Mappangara),” kata dia seraya menjelaskan bahwa pemyidik KPK hari ini juga memanggil Vice President of Operation dan Business Development PT Angkasa Pura Propertindo Pandu Mayor. Yang bersangkutan dijadwalkan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk terdangka Darman.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (31/7). Setelah OTT itu, KPK kemudian menetapkan dua tersangka yaitu Andra Y Agussalam yang saat itu menjabat Direktur Keuangan PT AP II dan Taswin Nur yang diduga tangan kanan pejabat PT Inti.

Andra diduga menerima suap dari Taswin Nur terkait proyek pengadaan baggage handling system (BHS) atau sistem penanganan bagasi di 6 bandara yang dikelola PT AP II. Uang SGD 96.700 diduga sebagai imbalan atas tindakan Andra ‘mengawal’ agar proyek BHS dikerjakan PT INTI.

Apabila ditukarkan ke mata uang rupiah dengan nilai tukar saat ini (SGD 1 = Rp 10.271), nilainya kurang-lebih Rp 994 juta. Proyek itunantinya dioperasikan anak usaha PT AP II, yaitu PT Angkasa PuraPropertindo (APP).

Nilai proyek tersebut kurang-lebih Rp 86 miliar.Terbaru, KPK menetapkan Direktur Utama PT Inti Darman Mappangara sebagai tersangka. Darman diduga bersama Taswin memberi suap kepada Andra untuk ‘mengawal’ agar proyek BHS bisa dikerjakan oleh PT Inti. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *