Press "Enter" to skip to content

Mahfuz Bilang, Partai Gelora Lebih Meng-Indonesia Dibanding PKS

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Mahfuz Sidik menegaskan bahwa partainya lebih meng-Indonesia, dibandingkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Bedanya sederhana saja, Partai Gelora Indonesia lebih meng-Indonesia daripada PKS,” kata Mahfuz dalam jumpa pers hasil survei nasional Mencari Pemimpin: Road to Capres dan Parpol 2024 oleh Indo Barometer di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, Minggu kemarin (23/2/2020).

Di akta notaris, sebut mantan Ketua Komisi I DPR RI Itu, azas Partai Gelora Pancasila. Pertanyaan publik muncul lantaran partai yang lahir pada 28 Oktober 2019 ini didirikan oleh para mantan elite PKS.
“Gelora kini dipimpin oleh mantan Presiden PKS, Anis Matta. Wakil ketua umumnya Bang Fahri Hamzah mantan orang PKS juga, saya juga dulunya PKS. Namun, identitas mesin Gelora berazaskan Pancasila,” tegas Mahfuz.

Bahkan, dia mengklaim telah memiliki pengurus di 34 provinsi. Sementara pembentukan pengurus di tingkat kabupaten dan kota mencapai 90 persen.

“Dan sudah 60 persen pengurus di kecamatan,” tuturnya.

Meski secara infrastruktur telah siap, Gelora belum didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM sebagai partai. Menurut Mahfuz, pihaknya masih mengurus kelengkapan administrasi untuk ikut serta dalam Pemilihan Umum 2024.

“Kalau lulus, Gelora akan mendapatkan nomor induk partai peserta pemilu,” ujarnya seraya menepis anggapan kalau partainya ingin mencuri pemilih PKS dan partai lama lainnya.

Mengutip data KPU, kata Mahfuz, dari sekitar 190 juta yang berhak memilih, 52-an juta di antaranya tidak memilih atau suaranya tidak sah pada Pemilu 2019.

“Jadi kami lebih mudah melihat segmen baru ketimbang melirik tetangga kanan dan kiri,” tambah dia lagi. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *