Press "Enter" to skip to content

Malaysia akan Buka Kedubes untuk Palestina di Yordania Secepatnya

AZERBAIJAN – Pembukaan Kedutaan Malaysia untuk warga Palestina di Yordania akan dilakukan sesegera mungkin, Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad mengatakan sehari setelah mengumumkan proposal pada KTT Gerakan Bebaskan Nasional (NAM) ke-18 di sini.

“Itu akan dilakukan sesegera mungkin … mencari kantor,” perdana menteri mengatakan pada konferensi pers dengan wartawan Malaysia sebelum berangkat ke Turkmenistan untuk kunjungan resmi dua hari.

Dia menggambarkan proposal untuk membuka kedutaan Malaysia dan mendukung Palestina bukan hanya karena mereka adalah Muslim, tetapi karena ketidakadilan yang telah mereka derita selama beberapa dekade terakhir.

Dr Mahathir mengatakan perlakuan rezim Israel yang tidak adil terhadap Palestina, seperti perampasan tanah harus diketahui oleh masyarakat internasional.

“Palestina sedang dianiaya … kami menemukan bahwa kekuatan utama mendukung tindakan ini meskipun itu bertentangan dengan hukum internasional. Sangat menyedihkan bahwa meskipun tindakan Israel itu salah, mereka masih mendukungnya,” katanya.

Pada hari Jumat, Dr Mahathir mengumumkan bahwa Malaysia akan membuka kedutaan besar untuk Palestina agar lebih mudah bagi Palestina untuk membantu.

Kedutaan akan berlokasi di Yordania, katanya, menyampaikan pidato kepada para pemimpin dan perwakilan dari 120 negara anggota GNB.

“Kami tahu Israel tidak akan mengizinkan Malaysia membuka kedutaan di wilayah-wilayah pendudukan. Karena itu, kami akan membuka kedutaan di Yordania,” katanya di KTT itu.

Perdana Menteri yang berusia 94 tahun itu mengatakan pembukaan kedutaan akan memungkinkan Malaysia untuk memberikan bantuan kepada warga Palestina dengan lebih mudah, meskipun ia mengakui bahwa Israel akan menemukan cara untuk memastikan bahwa tidak ada bantuan yang akan mencapai Palestina.

Dr Mahathir juga mengambil kesempatan untuk mendesak negara-negara anggota GNB untuk pindah ke Yerusalem atau berencana untuk pindah ke sana, untuk meninjau kembali keputusan tersebut.

Saat ini ada lebih dari 30 kantor diplomatik dan organisasi internasional di Ramallah dan Gaza di wilayah Palestina.

Palestina saat ini memiliki kantor kedutaan di Kuala Lumpur, sementara Duta Besar Malaysia untuk Mesir juga ditugaskan ke Palestina. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *