Press "Enter" to skip to content

Mampukah IHSG Rebound, Korban Covid-19 Semakin Tinggi, Menanti Rilis Data Neraca Dagang China?

JAKARTA – Pengamat pasar modal, Teddy Mihelde Yamin menyebut pandemi virus corona atau Covid-19, membuat seluruh pihak seperti terpenjara. Pelan tapi pasti kelak semakin banyak kegiatan didominasi menggunakan platform digital.

“Artinya Covid-19 tersebut sudah mengubah behavior alias perilaku masyarakat. Tak terkecuali sektor keuangan, seperti perbankan, pasar modal dan lainnya juga, teknologi digital juga diramal akan menjadi solusi masa depan dalam membangun ekosistem yang dibutuhkan konsumen,” kata Teddy dalam rillis yang diterima faham.id di Jakarta, Senin (7/9/2020).

Sementara kata Teddy, setelah selama seminggu lalu IHSG turun sebesar -2% disertai Net Sell Investor Asing sebesar Rp -991.23 miliar. Menurut dia, jika merujuk kejatuhan DJIA dihari Jumat minggu lalu disertai melemahnya harga beberapa komoditas seperti: Oil -4.5%, Coal -1.47% & CPO -1.97% tentunya IHSG berpeluang kembali turun, tetapi ada hal yang menarik untuk dicermati yakni EID0 justru menguat sebesar +0.36% serta beberapa komoditas mengalami rebound seperti: Nikel +1.64%, Timah +0.22% & Gold +0.16% sehingga membawa harapan IHSG berpeluang rebound dalam perdagangan Senin (7/9/2020) ini ditengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Corvid19, dimana dihari selama 3 hari (Jumat hingga Minggu) ada penambahan sekitar +9,841 orang (selama 3 hari naik +5.34%) terjangkit Corvid* sehingga sejauh ini korban terjangkiti Corvid19 mencapai 194,109 orang dengan penambahan korban tewas selama 3 hari sebanyak +275 orang (selama 3 hari naik +3.55%) sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 8,025 orang, menuju 10,000 orang tewas dalam waktu dekat ini (Fatality Rate sebesar 4.13%).

Teddy memperkirakan perkirakan IHSG bergerak pada 5,192 – 5,277 adapun saham-saham yang kami rekomendasikan hari ini adalah GGRM UNVR ICBP ERAA JSMR BBNI MBAP BBRI JPFA AALI.

Secara umum menurut Analis keuangan Teddy mereview, bursa saham di developed economies bergerak melemah. Bursa saham benua kuning bergerak melemah pada perdagangan jumat kemarin. Indeks Hang Seng ditutup melemah sebesar -1.25%, lalu indeks Shanghai ditutup melemah -0.87% dan Indeks Kospi ditutup melemah -1.15%.

Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar -0.56% di level 28,133 hal ini sejalan dengan pelemahan S&P 500 sebesar -0.81%. Wall Street ditutup melemah dikarenakan aksi profit taking investor setelah bursa saham AS menunjukkan reli yang signifikan. Dari pasar komoditi, harga Coal melemah sebesar -1.41% harga Nickelmelemah -1.31% dan harga Minyak Mentah WTI Crude Oil melemah -3.87%

Pada perdagangan 4 September IHSG ditutup melemah sebesar -0.78% kelevel 5,239 Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya bursa saham AS yang ditutup melemah membawa kabar negatif pada perdagangan hari ini, selain itu dari perkembangan virus Corona di Indonesia yang masih terus menunjukkan peningkatan jumlah kasusnya.

“Selain itu menanti rilis data neraca dagang China yang akan dirilis hari ini jika hasil nya positif tentu akan menaikkan optimisme investor. Namun, akan terjadi sebaliknya jika negatif akan menambah sentimen negatif lainnya,” kata Teddy menutup keterangannya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *