Press "Enter" to skip to content

Mantan Aktivis Perempuan Pimpin Partai Gelora di Aceh Jaya

ACEH – Partai besutan Anis Matta dan rekan karib Fahri Hamzah ini mulai mengibarkan bendera politiknya seantero negeri. Tidak hanya di pusat, Partai Gelombang Rakyat atau disingkat Gelora Indonesia, telah mengalir dan menetaskan kadernya hingga ke Aceh Jaya.

Bumoe meureuhom daya yang central dengan wilayah pariwisata dan hasil tambang ini ternyata memilih sosok perempuan aktivis muda untuk menjadi Ketua DPD partai Gelora Aceh Jaya. Kasmalinda terpilih secara demokrasi beberapa hari yang silam, pada hari minggu 1 Desember 2019.

Mantan Anggota Dewan Aceh Jaya periode 2014-2019 ini, sah menjadi ketua dengan penyerahan Surat Keputusan pengangkatan yang berlangsung di rumah makan Lampoh Raya Aceh Besar.

SK Pengurus DPD Partai Gelombang Rakyat diserahkan langsung Oleh Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Aceh Fuady Sulaiman, ST., M.Si. yang dipercayakan kepada Kasmalinda untuk memimpin partai tersebut di Aceh Jaya.

Kehadirannya dalam Partai Gelora akan memberikan warna baru, gelombang politik positif tentunya akan dihadirkan ditengah masyarakat dalam setiap pesta politik baik dalam pilkada maupun pemilihan umum kepala daerah serta pileg dan pilpres pastinya.

Mengenali sosok aktivis Pimpinan Partai Gelora ini tidak susah untuk ditemukan track and recordnya, perempuan muda yang pernah mengeyam pendidikan di Pondok Modern Ar-risalah Aceh Jaya dan Pondok Modern Ar-Risalah slahung Polorogo Jawa Timur ini memiliki latar belakang pendidikan yang gemilang,

Enam tahun menempuh pendidikan asrama di bina dengan system pendidikan dayah modern menjadikannya mumpuni untuk dipimpin dan menjadi pemimpin. pendidikan diperguruan tinggi juga memperpanjang daftar pengalaman sebagai bekal hidup, kampus UIN Ar-Raniry pada jurusan terbaik diaceh telah ditempuhnya dengan menyandang gelar S.arjana pendidikan pada Jurusan Bahasa inggris.

Terlepas dari pendidikan formal, sosok perempuan yang menguasa dua bahasa dunia ini juga pernah ikut andil pada bagian rehabilitasi dan rekonsiliasi di lembaga non pemerintah (NGO) yang bernaung pada skala international manjadikan pengalaman tersebut untuk di terapkan kembali pada masa sekarang ini. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *