Press "Enter" to skip to content

Menko PMK Pimpin RTM Bahas Penaggulangan Banjir di 3 Provinsi

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menggelar rapat koordinasi tingkat menteri (RTM) untuk membahas permasalahan bencana banjir di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

“RTM ini untuk membahas penanggulangan bencana, khususnya bencana banjir di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten,” ujar Muhadjir kepada awak media Gedung Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (7/1/2020). Rapat itu sendiri dimulai pukul 09.00 WIB.

Rapat dihadiri sejumlah menteri seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan, Mendikbud) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmavati, dan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara.

Sementara jajaran Pemprov yang hadir adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wagub Banten Adhika Hazrumy, dan perwakilan Pemprov Jawa Barat, juga Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito. Kemudian ada juga perwakilan Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Banten, hingga sejumlah kementerian dan lembaga negara lainnya.

Lebih lanjut, Menko PMK Muhadjir menjelaskan, banjir yang terjadi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten disebabkan karena tingginya curah hujan yang terjadi sejak 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

“Secara sekilas perlu saya sampaikan, bahwa pertama yaitu mengenai banjir di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, disebabkan oleh curah hujan yang ekstrëm, yang turun pada 31 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020,” katanya.

Mengenai hal ini, lanjut mantan Mendikbud itu, presiden telah menginstruksikan, yaitu keselamatan warga dinomorsatukan. Untuk itu, dirinya memberikan arahan agar kesehatan dan pendidikan warga yang terdampak banjir diperhatikan.

“Tapi pelayanan dasar terhadap yang berdampak kita juga harus memberikan perhatian tentang masalah kesehatan, pangan, sandang, dan juga keberlangsungan belajar untuk para anak-anak yang terdampak,” ungkapnya.

Untuk itu, Muhajir berharap fasilitas umum yang rusak akibat bencana tersebut segera diperbaiki dengan cara sinergi antar lembaga. Merenovasi fasilitas umum, menurut dia, diperlukan akselerasi kerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dalam penanganan bencana ini.

“Kemudian yang keempat tentu masyarakat diimbau untuk tetap hati-hati dalam menghadapi bencana banjir,” ucapnya seraya melanjutkan kalau saat ini, telah ada 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan Banten. yang menetapkan tanggap darurat banjir.

Diketahui, data korban meninggal akibat bencana banjir hingga 6 Januari 2020 kemarin adalah 67 orang dan satu orang hilang. Sementara data pengungsi di Jakarta saja hingga hari ini masih ada 697 jiwa pengungsi di 7 titik pengungsian. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *