Press "Enter" to skip to content

Penghentian Ekspor Benur Lobster Berdampak Terhadap 10.900 Nelayan NTB

SUMBAWA – Penghentian ekspor benih lobster berdampak terhadap 10.900 nelayan di NTB. Dengan penghentian ekspor benih lobster, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) mengatakan nelayan beralih ke sektor perikanan tangkap lainnya dan juga budidaya rumput laut.

Kepala Dislutkan NTB, H. Yusron Hadi, S.T., MUM., menyebutkan jumlah nelayan penangkap benih lobster di NTB yang sudah teregisterasi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 10.900 orang. “Mereka yang kena dampak dan beralih ke sektor perikanan tangkap itu sendiri, budidaya rumput laut,” kata Yusron di Mataram, Selasa (1/12/2020).

Ia mengatakan menangkap benih lobster bukan satu-satunya mata pencaharian nelayan di NTB. Tetapi juga mereka menangkap ikan serta ada juga yang melakukan budidaya rumput laut. Dengan penghentian ekspor benih lobster ini, kata Yusron, menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan aktivitas pembudidayaan lobster. Sehingga lobster yang dijual harganya lebih tinggi dibandingkan menjual benih lobster.

Yusron mengatakan untuk budidaya lobster, KKP memberikan bantuan kepada 93 kelompok nelayan penangkap benih lobster di NTB yang berada di Lombok Timur, Sumbawa, Kota Bima dan Bima. Ia menyebutkan bantuan sarana dan prasarana budidaya lobster diberikan kepada 71 kelompok di Lombok Timur, 20 kelompok dan Sumbawa, Kota Bima dan Bima masing-masing satu kelompok. Disebutkan, dalam satu kelompok, terdiri dari 8 – 10 nelayan.

Untuk hasil budidaya lobster, kata Yusron, sudah ada pasarnya seperti ke Bali dan Surabaya. Jika budidaya lobster di NTB bisa dijamin produksinya berkesinambungan, maka ekspor lobster bisa langsung dari NTB.

“Tapi harus dijamin kontinuitasnya. Jangan sekali ekspor terus mati, ndak ada kesinambungannya,” tandasnya.

Potensi benih lobster di NTB cukup besar. Berdasarkan data 2014 lalu, potensi benih lobster mencapai 10 juta ekor. Lokasi-lokasi untuk budidaya lobster di NTB ada Teluk Jukung Telong Elong, Teluk Ekas, Teluk Saleh dan Sape.

Dari 10 juta potensi benih lobster di NTB, sekitar 15 persen merupakan benih lobster mutiara dan 85 persen benih lobster pasir. Benih lobster pasir ini harganya antara Rp3.000-5.000 per ekor. Sedangkan benih lobster mutiara, harganya antara Rp20.000 – 30.000 per ekor.

Sedangkan apabila dibudidayakan, harganya akan jauh lebih tinggi. Untuk lobster pasir ukuran 100 gram harganya mencapai Rp250.000 per ekor. Sedangkan ukuran 200 gram mencapai Rp450.000. Sementara lobster mutiara harganya antara Rp700.000 – 1.000.000 per ekor. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *