Press "Enter" to skip to content

Penyusunan Kabinet Periode Kedua Jokowi, Seperti Cinta Segitiga

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari menyebut penyusunan kabinet periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), seperti cinta segitiga. Cinta segitiga antara Jokowi dengan poros Gondangdia dan poros Teuku Umar.

Poros Gondangdia yang dimaksud Qodari kepada wartawan di Jakarta, Minggu (13/10/2019), merujuk pada lokasi kantor Partai NasDem. Sedangkan poros Teuku Umar pada rumah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Jokowi saat ini berusaha menjaga keseimbangan antara poros Teuku Umar dan Gondangdia. Apalagi kedua poros tersebut memiliki motivasi yang berbeda dalam menyikapi partai-partai di luar koalisi pendukung Jokowi yang ingin bergabung,” katanya.

Mengenai wajah kabinet, Qodari mengatakan bahwa Jokowi sudah memberikan kisi-kisi. Pertama, ingin tipologi menteri eksekutor yang pintar memahami masalah.

Kedua, Jokowi ingin menteri yang mempunyai kepemimpinan sehingga bisa menggerakkan organisasi dan orang untuk mengimplementasikan program kerjanya. Ketiga, Jokowi ingin calon menterinya punya kemampuan monitoring dan evaluasi lapangan.

”Jadi tidak heran jika gestur Jokowi saat bertemu Prabowo lebih bebas dan santai,” ujarnya.

Sebab, lanjut Qodari, mencermati dinamika politik pada 2014 dan 2019, Jokowi dan Prabowo sebetulnya dekat dan saling mengunjungi. Bahkan, frekuensi pertemuan keduanya lebih sering dibandingkan Jokowi-SBY.

“Selama masa Jokowi jadi presiden, oposisi sesungguhnya adalah Demokrat,” kata Qodari. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *