Press "Enter" to skip to content

Polemik Assalamualaikum Mau Diganti Salam Pancasila, Fahri Sebut Para Elite Lagi Gamang

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menilai bahwa polemik ucapan assalamualaikum yang diganti salam Pancasila adalah wujud kegamangan elite-elite Indonesia dalam memahami naskah-naskah dan pilar-pilar kebangsaan yang sudah final.

“Sayangkan sekali, ada pejabat-pejabat kurang memahami bahwa naskah-naskah tersebut sudah final,” kata Fahri saat dihubungi wartawan, Selasa (25/2/2020), menanggapi usulan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, meski pernyataan tersebut sudah diklarifikasi.

Akibat kegamangan pascarefornasi ini, lanjut mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu, ada pejabat yang tidak mampu meletakkan posisi atau porsi prosesi keagaamaan dan porsi prosesi kenegaraan yang sudah final. Bahkan, menurutnya, porsi prosesi keagamaan itu ada di ruang pribadi, sedangkan porsi prosesi kebangsaan ada di ruang publik.

“Itu jangan ditukar-tukar, bacaan shalat karena menganut Turkisme pakai Bahasa Turki, azan diganti pula Bahasa Indonesia. Nanti orang khitan dan tidur, doanya Pancasila,” tegasnya.

Pancasila merupakan ideologi sebagai asas negara yang sudah final dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Namun, masih saja ada pihak-pihak yang seolah terus memprovokasi bahwa Pancasila belum final.

“Ini yang saya khawatir, ada yang rawan ini. Ada yang memprovokasi seolah-olah ini (Pancasila) belum final,” tutup Fahri Hamzah. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *