Press "Enter" to skip to content

Polisi Militer Rusia Berpatroli di Perbatasan Turki-Suriah

MOSCOW – Polisi Militer Rusia berpatroli di perbatasan Turki-Suriah sesuai dengan memorandum yang ditandatangani antara Ankara dan Moskow, kantor berita Anadolu melaporkan dalam sebuah pernyataan oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Kamis (24/10/2019) waktu setempat.

“Pada 24 Oktober, satu kolom polisi militer Rusia berpatroli di rute baru di sepanjang perbatasan Suriah-Turki. Rute patroli dari kota Qamishli di Suriah utara ke pemukiman Abouda adalah sekitar 60 kilometer (37 mil),” kata kementerian itu.

Kementerian itu mengatakan polisi militer membantu menghilangkan unsur-unsur seperti kelompok teroris Unit Perlindungan Rakyat (YPG)/Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan senjata mereka ke wilayah 30 kilometer (18,6 mil) dari perbatasan Suriah-Turki.

Pada 9 Oktober, Turki meluncurkan Operasi Musim Semi Perdamaian untuk melenyapkan para teroris dari Suriah utara di Sungai Efrat timur dalam upaya untuk menjaga keamanan di sepanjang perbatasan Turki, membantu dalam pengembalian yang aman bagi para pengungsi Suriah dan menjaga integritas wilayah Suriah.

Pada hari Selasa, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin bertemu di sebuah kota peristirahatan Sochi di Laut Hitam Rusia.

Ankara dan Moskow telah mencapai konsensus bahwa para pejuang YPG / PKK akan mundur 30 kilometer dari perbatasan selatan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli di sana.

Dalam lebih dari 30 tahun serangan teroris di Turki, PKK, yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa, bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *