Press "Enter" to skip to content

Polisi Tetapkan HRS Tersangka Kasus Pelanggaran Prokes

JAKARTA – Pimpinan Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab atau HRS, telah ditetapkan menjadi tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan. Surat penangkapan dari penyidik sudah diterima langsung oleh Rizieq Shihab saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Sabtu (12/12/2020).

Kabar penetapan tersangka terhadap HRS ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus kepada media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

“Penyidik sudah memberikan surat penangkapan, resmi ditangkap ya,” kata Yusri sambil nenambahkan, berdasarkan Pasal 1 angka 20 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penangkapan adalah suatu tindakan penyidik berupa pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka atau terdakwa apabila terdapat cukup bukti guna kepentingan penyidikan atau penuntutan dan atau peradilan dalam hal serta menurut cara yang diatur dalam undang-undang.

Polisi bisa melakukan penangkapan terhadap seseorang jika memiliki minimal dua alat bukti kuat terkait tindak pidana. Surat penangkapan juga mesti diberikan kepada yang bersangkutan.

Orang yang ditangkap memiliki hak untuk didampingi penasehat hukum atau pengacara. Orang yang ditangkap juga mesti diperiksa tanpa tekanan, intimidasi atau disiksa.

Setelah 1×24 jam, polisi punya wewenang untuk membebaskan atau menahan orang yang ditangkap tersebut. Masa penahanan yakni 20 hari dan bisa diperpanjang. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *