Press "Enter" to skip to content

Polri Jelaskan Kasus Penahanan IRT dan Pabrik Rokok di Lombok

JAKARTA – Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono mengatakan bahwa perkara itu dimulai saat warga Dusun Eat Nyiur, Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang,┬áLombok Tengah, menolak kehadiran pabrik rokok di sekitar wilayahnya lantaran menimbulkan aroma yang menyengat dan dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan.

“Pada 1 Agustus 2020, diperoleh informasi adanya penolakan Warga Dusun Eat Nyiur Desa Wajageseng terkait penolakan beroperasinya UD Mawar Putra karena dianggap aroma bahan kimia yang digunakan sangat menyengat,” kata Argo kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Menurut Argo, warga sekitar mengeluhkan gejala sesak napas, batuk, hingga penyakit lainnya selama produksi rokok di wilayah itu, pihak perusahaan UD Mawar Putra memberikan negosiasi kepada warga ihwal keluhan mereka, perusahaan bersedia memberikan pengobatan bagi warga yang sakit akibat aroma zat kimia.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *