Press "Enter" to skip to content

Presiden Jokowi Mesti Beri Porsi Lebih ke Profesional untuk Perkuat Tim Ekonomi

JAKARTA – Selama Senin kemarin hingga hari ini, (Selasa, 22 Oktober) ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menggodok sejumlah tokoh nasional, mulai dari profesional hingga orang-orang partai politik untuk diduduki sebagai menteri pada Kabinet Kerja Pemerintahannya ke depan. Termasuk rivalnya dalam Pilpres 2019 lalu, yakni Prabowo Subianto juga diundang untuk diminta membantu di pemerintahannya.

Bahkan, susunan Kabinet Kerja jilid II yang akan diumumkan Presiden Jokowi pada Rabu besok (23/10/2019) itu pun menjadi pusat perhatian semua pihak, termasuk Kaukus Muda Indonesia (KMI) sebagaimana disampaikan Ketua KMI Edi Humaidi kepada wartawan, Selasa (22/10/2019).

Edi sangat mengharapkan agar kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin itu harus memberi porsi yang lebih kepada para profesional, ketimbang politisi. Alasanya, karena ke depan Indonesia akan memasuki era Revolusi Industri 0.4.

“Fenomena era Revolusi Industri 4.0 ini sangat cepat perkembangannya, baik dibidang teknologi maupun informasi. Karenanya dibutuhkan para profesional dalam menghadapi tren perubahan di dunia industri itu,” ujarnya.

Para profesional yang sangat dibutuhkan diperiode ke dua pemerintahan Jokowi itu, menurut Edi adalah tim ekonomi seperti BUMN, Menkeu, dan lainnya. Karena itu memasuki kabinet kerja periode kedua, Jokowi harus melakukan evaluasi di sektor ekonomi.

“Kelemahan kita selama periode kabinet kemarin yang agak lemah memang ekonomi. Pak Jokowi punya parameter-parameter penilaian, kira-kira lima tahun ke depan dampak resesi ini terhadap Indonesia sejauh mana, itu harus diantisipasi,” pungkasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *