Press "Enter" to skip to content

Prof. Suteki: RUU HIP Mendowngrade Nilai Pancasila

JAKARTA – Keberadaan Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang tengah dibahas oleh DPR RI, justru berpotensi mendowngrade Pancasila itu sendiri. Alasannya karena Pancasila yang selama ini menjadi norma dasar (ground norm), dengan menjadi sebuah UU, malah menurunkan derajat Pancasila menjadi norma biasa.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof.DR. Suteki, SH, MH, Guru Besar Filsafat Pancasila dalam kegiatan Webinar Nasional tentang “Dasar Negara dalam Perspektif Indonesia Masa Depan,” yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII), pada Sabtu (6/6/2020) kemarin.

Webinar ini diselenggarakan menanggapi pembahasan Rancangan Undang+Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) inisiatif DPR. Webinar ini diikuti oleh bebagai macam ormas Islam serta pengurus wilayah KB PII se tanah air.

Melanjutkan pernyataanya, Prof. Suteki mengatakan bahwa secara filosofis, Pancasila merupakan norma dasar sebagai sumber dari segala sumber hukum. Bahkan, Pancasila juga sebagai dasar filsafat (Philosofisch Grondslag) yang mengandung pikiran, filsafat yang sedalam dalamnya untuk didirikannya negara Indonesia.

Menurut Suteki, ketika Pancasila di downgrade dari Norma Dasar (Ground Norm) menjadi norma biasa, maka Pancasila berpotensi menjadi alat gebuk, alat politik untuk membungkam lawan lawan politik pemerintah.

“Pancasila yang sudah mengalami downgrade menjadi sebuah UU, maka Pancasila sudah mengalami reduksi makna dan reduksi distorsi materi pancasila. Hal ini karena RUU HIP yang mereduksi Pancasila menghilangkan sebagian dari aspek historis Pancasila sejak 1 Juni 1945 dalam Pidato Soekarno , 22 Juni 1945 terkait Piagam Jakarta, 18 Agustus 1945,“ demikian Prif. Suteki. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *