Press "Enter" to skip to content

PSBB untuk Tangani Covid-19, Harus Disertai Kompensasi ke Rakyat

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menilai langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya meneken Peraturan Pemerintah (PP) dan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menangani wabah virus corona atau Covid-19, karena selama ini masyarakat tidak taat melakukan pembatasan sosial.

“Anjuran pemerintah terkait stay at home dan jaga jarak banyak, yang tidak ditaati. Masyarakat masih banyak keluar rumah,” kata Ujang Komarudin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Namun, menurut Ujang, kondisi saat ini tak bisa menyalahkan masyarakat yang tetap ngotot ke luar rumah. Mengapa? Karena jika tak keluar rumah, mereka bingung untuk menghidupi kebutuhan keluarganya.

“Saat ini yang paling penting itu, bagaimana masyarakat diminta tidak keluar rumah dan selalu jaga jarak, tapi di saat yang sama juga negara mencukupi kebutuhan dasar mereka di rumah. Ia menyebut jika masyarakat lapar, tak menjamin mereka mau bertahan di rumah,” saranya.

Jadi, lanjut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini, harus ada solusi kompensasi dari negara untuk masyarakat, seperti mengenyangkan perut masyarakat.

“Niscaya mereka tak akan keluar rumah. Karena masyarakat masih banyak keluar rumah,” kata dia lagi.

Namun, masih menurut Ujang, negara harus punya solusi ketika ada pemberlakuaan PSBB. Ketika masyarakat pergerakannya dibatasi tak boleh keluar rumah, maka negara harus hadir memberi bantuan pada rakyat yang membutuhkan.

“Intinya, rakyat harus mendapatkan kompensasi atas kebijakan PSBB itu. Konkretnya memberi bantuan uang atau makanan ke rumah-rumah masyarakat yang miskin,” tegasnya.

Terakhir, Ujang menuturkan kalau pemerintah bisa memulai langkah konkret, contohnya dengan membagikan makanan ke masyarakat yang dianggap tak mampu. Sebab, ada pembatasan gerak warga yang amat ketat, bahkan untuk pergi sekolah atau ke kantor sekalipun.

“Nah, untuk menghadang dan menghalau penyebaran virus corona yang makin hari makin menggila, maka perlu ada pembatasan sosial yang berskala besar,” demikian Ujang Komarudin. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *