Press "Enter" to skip to content

Ragu Penikam Syekh Ali Jaber Gila, KMI Dukung Polisi Ungkap Aktor Dibelakang Pelaku

JAKARTA – Ketua Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Humaidi meragukan kalau Alfin Andria bin M Rudi seorang pemuda yang nekat menusuk penceramah kondang, Syekh Ali Jaber saat mengisi pengajian di Masjid Fallahudin, Suka Jawa, Bandarlampung, pada Minggu (13/9/2020) kemarin, memiliki riwayat gangguan jiwa (gila).

“Isu pelaku yang dikabarkan mengalami gangguan jiwa, nggak benar, jika melihatrekam digital yang bersangkutan di media sosial (medsos). Mulai dari foto-foto pelaku yang tersebar di medsos,” sebut Edi lewat keterangan tertulisnya, Selasa (15/9/2020).

Lagi pula, Edi meyakini kalau pihak kepolisian tidak akan percaya begitu saja apa yang disampaikan orang tua pelaku bahwa anaknya mengalami gangguan jiwa. Pastinya, hal itu akan didalami oleh pihak kepolisian untuk mencari kebenaran.

“Nggak mungkin polisi percaya kalau pelaku itu gila, sebelum melakukan pemeriksaan medis terhadap pelaku,” sebut dia lagi.

Jika melihat rentetan kejadian, Edi mensinyalir ada aktor utama yang memerintahkan pelaku dibalik penyerangan tersebut.
Pertama, pelaku membawa pisau dan targetnya Syekh Ali Jaber, bukan penonton secara randoom.

Kedua, ada rasa takut saat diintrogasi. Ketiga, kata bapaknya pelaku di umur 4 tahun sudah gila, padahal, di tahun 2018 masih posting pakai laptop dengan pakaian rapi.

“Untuk itu, kami mendesak aparat kepolisian untuk mengungkap aktor dibelakang pelaku. Dan, kami percaya pihak kepolisian akan sungguh-sungguh mengungkap motif dibalik penyerangan terhadap ulama Syekh Ali Jaber,” ucapnya.

Sebagaimana dikerahui, Syekh Ali Jaber ditikam orang tak dikenal dengan sebilah pisau secara tiba-tiba di saat sedang memberi ceramah dalam acara Wisuda Tahfid di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Bandar Lampung Minggu (13/9/2020) kemarin.

Kejadian begitu cepat, kalau saja Syekh Ali Jaber tidak menghindar dan menangkis dengan tangan, bisa-bisa pisau sudah menancap di bagian leher atau dada. Pengakuan Syekh Ali Jaber, tikaman pisau begitu keras dan menancap kuat, ketika pelaku mencoba mencabut kembali pisau tersebut patah, dan patahan pisau masih tertancap di tangan. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *