Press "Enter" to skip to content

Saran Sekjen Gelora ke KPU, Buat Terobosan Pilkada Serentak Hemat Anggaran

JAKARTA – Di tengah perekonomian Indonesia yang berat, ditambah lagi dengan pandemi virus corona atau Covid-19 ini, sudah seharusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan Daerah sebagai penyelenggara Pilkada serentak 2020 membuat terobosan model pilkada yang lebih efensien.

Saran ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Sidik dalam perbicangannya dengan wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Karena, menurut penilaian Mahfuz, kalau ditengah kondisi saat ini tetap melaksanakan pilkada dengan pola selama ini berjalan, yakni dengan hight cost, maka menjadi tidak rasional dan tidak logis saja. Karena itu, jalan tengahnya harus dicari oleh KPU Pusat bersama KPUD.

“Di tengah ekonomi lagi berat, lalu kita membelanjakan dana sedemikian banyak APBN untuk prosesi Pilkada, dimana hasil Pilkada itu juga kan tidak serta merta kemudian memperbaiki kondisi masyarakat di daerah,” ucapnya.

Lanjut Mahfuz, kalau tdak ada terobosan, sehingga pilkadanya diundur. Artinya setiap daerah akan ada Plt (pelaksana tugas) karena Undang-Undang (UU) mengatur itu, dimana kepala daerah masa jabatannya 5 tahun.

“Nah, kalau Plt dalam konidisi krisis sekarang ini, Pemerintah Pusat dan Daerah harus mengambil keputusan-keputusan penting. Sebab kalau itu (suatu daerah) dipimpin Plt, maka itu tidak ada kewenangan mengambil keputusan strategis di daerahnya. Jadi, jangan sampai malah jadi menggangu kepentingan masyarakat yang lebih besar,” pungkasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *