Press "Enter" to skip to content

Sertijab Jabatan Menhan dari Ryamizard ke Prabowo Subianto

JAKARTA – Jenderal TNI Purn. Ryamizard Ryacudu melakukan serah terima jabatan (Sertijab) Menteri Pertahanan (Menhan) kepada Prabowo Subianto, hari ini (Kamis, 24 Oktober 2019) di Aula AH Nasution, Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis, (24/10/2019). Serah terima jabatan yang ditandai dengan penandatanganan memorandum Sertijab Menhan yang dilakukan oleh Menhan periode 2014-2019 Ryamizard Ryacudu dan Menhan yang baru Prabowo.

Hadir dalam sertijab Menhan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji. Selain itu tampak hadir, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menko Polhukam Mahfud MD.

Sebelum dilakukan serah terima jabatan, Prabowo disambut upacara jajar Kehormatan saat tiba di Kementerian Pertahanan. Prabowo sendiri tiba di lokasi sekitar pukul 14.04 WIB.

Mantan Danjen Kopassus itu langsung menaiki podium dan menerima laporan dari komandan upacara. Ia kemudian berjalan mengelilingi pasukan jajar hormat yang berada di depannya.

Dalam kesempatan itu Ryamizard mengucapkan selamat kepada Prabowo yang dipercaya untuk melanjutkan tugasnya sebagai Menhan periode 2019-2024.

“Saya ucapkan selamat kepada Prabowo kawan saya, satu tingkat satu kompi sama-sama terus. Sekarang menggantikan saya alhamdulillah, kira-kira tidak beda jauh,” kata Ryamizard seraya meminta Prabowo agar program besar Kemhan yang strategis di bidang pertahanan negara dapat dilanjutkan dan ditingkatkan.

Ryamizard menjelaskan, pergantian seorang pemimpin dalam suatu organisasi merupakan suatu keniscayaan. Lantas dia mengungkapkan selama kurun waktu lima tahun memimpin Kemhan, dirinya telah mampu menyelesaikan berbagai tugas dan fungsinya.

“Kemhan telah berhasil melaksanakan berbagai pembangunan di bidang pertahanan serta mencetak SDM Unggul guna mewujudkan Indonesia Maju. Keberhasilan ini disesuaikan dengan kebijakan pertahanan negara, yaitu pertama, mewujudkan pertahanan negara yang mampu menghadapi ancaman,” paparnya.

Ryamizard menyebut, pemenuhan Minimum Essential Force (MEF) yang telah dicapai hingga 31 Juli 2019 adalah 63,45%. Beberapa alutsista terbaru yang melengkapi kekuatan TNI pada periode 2015-2019 adalah Helikopter Anti Kapal Selam (AKS) AS565 Mbe, Pesawat Udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA), Pesawat Tempur F-16 C/D, Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 m, Kapal Selam U-209, Rudal Starstreak, Panser Anoa, Pesawat Latih Super Tucano, dan lain-lain.

“Kedua, mewujudkan pertahanan negara yang mampu menangani keamanan wilayah maritim, daratan, dan keamanan wilayah yuridiksi dirgantara,” katanya yang juga menyebutkan bahwa pada periode 2015-2019, Kemhan-TNI membangun Natuna sebagai pangkalan militer dan meresmikan satuan TNI terintegrasi Natuna.

Kebijakan Kawasan Perbatasan Negara di Kalimantan sebagai Kawasan Strategis Nasional diwujudkan antara lain lewat pembangunan Jalur Inspeksi dan Patroli Perbatasan (JIPP) yang menghubungkan antar Pos Pamtas sepanjang 1108,58 km dari total panjang garis perbatasan sebesar 2019 km.

Ketiga, mewujudkan pertahanan negara yang mampu berperan dalam menciptakan perdamaian dunia. Indonesia mengirimkan pasukan TNI sebagai bagian dari Pasukan Perdamaian PBB yang jumlahnya terus meningkat dan selama periode 2015-2019 telah dikirim 14.971 personel hingga Februari 2019.

“Posisi Indonesia saat ini sudah menempati peringkat ke-8 dari 127 negara dalam pengiriman Pasukan Perdamaian Dunia,” terang Ryamizard.

Keempat, mewujudkan industri pertahanan yang kuat, mandiri dan berdaya saing. Kemandirian pertahanan yang diwujudkan dengan terpenuhinya alutsista TNI yang didukung oleh industri pertahanan nasonal.

“Termasuk kontribusi industri pertahanan dalam pemenuhan MEF telah mencapai 31,5%. Hingga 2019, kebijakan kandungan lokal dan ofset (KLO) telah diimplementasikan pada 27 program pengadaan. Tiga dari tujuh program prioritas nasional telah menunjukkan hasil yang membanggakan, yaitu Medium Tank Harimau, kapal selam, dan roket R-Han 122B,” ujarnya

Selain itu, mewujudkan kesadaran bela negara bagi warga negara Indonesia. Hingga Juli 2019 telah terbentuk 83.458.532 orang kader Bela Negara. Menurut dia, Kemhan telah menandatangani MoU dengan 12 K/L, 39 perguruan tinggi, dan 37 ormas untuk secara sinergi menyelenggarakan pembinaan kesadaran Bela Negara.

Menurut Ryamizard, keberhasilan capaian tersebut di atas tidak lepas dari kerja keras bersama seluruh jajaran Kemhan dan koordinasi serta dukungan berbagai instansi terkait. Semua itu juga merupakan prestasi dan bukti kerja Kemhan dalam memperkuat penyelenggaraan pertahanan negara yang berlandaskan semangat dalam membangun SDM Unggul untuk Indonesia Maju.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kerja keras dan dedikasi segenap pegawai Kemhan yang telah bekerja sama, bersinergi, dan bekerja sesuai mekanisme serta aturan yang berlaku,” ujarnya.

Jabatan yang diemban Ryamizard Ryacudu digantikan teman satu angkatannya di Akademi Militer, Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Prabowo Subianto, yang dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka dalam susunan Kabinet Indonesia Maju. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *