Press "Enter" to skip to content

Soal Geng Solo di Polri, KMI Minta IPW Jangan Prasangka Buruk

JAKARTA – Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Irjen Polisi Nana Sudjana dimutasi menjadi Kapolda Metro Jaya yang baru menggantikan Irjen Pol. Gatot Eddy Pramono yang kini menjabat Wakapolri. Mutasi Nana Sudjana berdasarkan telegram rahasia nomor ST/3331/XII/KEP/2019, yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Jumat lalu (20/12/2019).

Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Humaidi dalam siaran persnya yang diterima wartawan, Rabu (25/12/2019) menyambut positif penunjukan Irjen Pol. Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya.

Menurut Edi, keputusan Kapolri itu tentunya berdasarkan track record dan profesionalitas Irjen Pol Nana, khususnya di bidang intelinjen dan keamanan (Intelkam), yang akan sangat membantu pengambilan keputusan yang tepat atas gangguan keamanan yang terjadi.

“Mengapa? Karena kemampuan di bidang Intelkam itu mutlak diperlukan dalam upaya menciptakan kondusivitas di Jakarta. Sebagai Ibukota negara, Jakarta mempunyai kompleksitas permasalahan di bidang keamanan dan ketertiban yang berbeda dibandingkan daerah lain,” sebutnya.

Karena itu, Edi Humaidi membantah anggapan Ketua Presidium IPW, Neta S Pane bahwa Kapolri mengangkat geng Solo di Polri, karena Nana dan Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kabareskrim Polti, pernah menjadi Kapolresta Solo.

“Itu prasangka buruk (IPW), sebab tidak mungkin jabatan-jabatan strategis, termasuk di Polri, dipertaruhkan dengan sembarangan menempatkan orang-orang tertentu,” cetusnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *