Press "Enter" to skip to content

Sosialisasi 4 Pilar Harus Benar-Benar Jadi Perhatian Pimpinan MPR Baru

JAKARTA – Sebanyak 10 Pimpinan MPR RI periode 2019-2024, telah disahkan dalam Rapat Paripurna pada Kamis malam (3/10/2019), dengan Bambang Soesatyo sebagai Keua MPR RI yang dilakukan secara aklamasi.

Menanggapi formasi Pimpinan MPR RI itu, Anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) MPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (4/10/2019) mengungkapkan bahwa pasca terbentuknya Pimpinan MPR baru, harapan rakyat terhadap kinerja dan tugas-tugas Pimpinan serta anggota MPR periode 2019-2024 sangat besar.

Menurut dia, banyak tugas-tugas yang diamanahkan Undang-Undang (UU) kepada Pimpinan dan para anggota MPR yang mesti disempurnakan dan diselesaikan menanti antara lain soal rekomendasi dan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

“Saya harap apa yang menjadi rekomendasi MPR periode sebelumnya bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya dalam bentuk melakukan kajian yang mesti banyak melibatkan publik yang memiliki kompetensi termasuk melakukan sosialisasi terutama pemantapan tentang ideologi Pancasila,” ujarnya.

Terkait Sosialisasi Empat Pilar yang telah lama digaungkan MPR, Agun mengingatkan agar
metode-metode dan model-model sosialisasi lebih inovatif, sesuai dengan kebutuhan target sosialisasi terutama kepada generasi muda Indonesia mulai dari anak usia TK dan Paud sampai ke perguruan tinggi.

“Ini harus benar-benar menjadi perhatian, sebab sosialisasi dengan menyasar kepada anak-anak usia dini hingga mahasiswa diharapkan akan membentengi mereka dari paham-paham negatif seperti radikalisme dan lain-lain yang keluar dari kultur budaya bangsa Indonesia,” katanya.

Selain itu, mantan Ketua Komisi II DPR RI itu juga berharap juga agar capaian tujuan penyelenggaraan sosialisasi maksimal, Pimpinan MPR perlu mendorong pemaksimalan capaian dengan melakukan kerjasama dengan lembaga lain seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) lembaga yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

“Pada akhirnya, saya sangat meyakini dengan komposisi kepemimpinan MPR yang Paripurna yang semua fraksi memiliki unsur Pimpinan, saya rasa akan bisa berbagi tugas dengan baik antar Pimpinan atau antara Pimpinan dan anggota sehingga tugas-tugas yang diamanahkan negara kepada Pimpinan, anggota serta alat-alat kelengkapannya seperti Badan Kajian, Badan Sosialisasi, Badan Anggaran termasuk Komisi Kajian Ketatanegaraan bisa lebih maksimal, saya optimis,” tegasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *