Press "Enter" to skip to content

Terminologi Dinasti Lokal

Fahri Hamzah.

Oleh: Fahri Hamzah (Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia)
RASANYA ini waktu yang tepat untuk membicarakan keberadaan Dinasti Lokal, pada saat orang sedang ramai membicarakan terminologi ini. Memang ada perbedaanya karena istilah Dinasti Lokal yang saya maksud adalah kekuatan lokal yang memerintah pra republik lahir. Sementara, yang sekarang dibincangkan adalah kecemasan sebagian kalangan seolah keluarga pejabat atau mantan pejabat yang ikut kompetisi pemerintahan lokal (Pemda), akan menjelma menjadi pelembagaan dinasti. Sesuatu yang keliru secara terminologi.

Saya menganggap pelembagaan Dinasti Lokal harus didukung. Karena faktanya bahwa sebelum Republik Indonesia lahir, Indonesia adalah semenanjung dan kepulauan yang dikuasai oleh kerajaan dan kesultanan dengan kekuasaan yang tidak kecil.

Data-data sejarah masih merekam dengan sangat terang bahwa republik ini pernah dipimpin oleh ratusan kerajaan-kerajaan lokal. Dinasti Lokal yang real di daratan dan kepulauan. Sebagian dari Dinasti Lokal itu bahkan punya pengaruh mendunia.

Pertanyaanya, dimanakan Raja dan Sultan itu sekarang? Dimanakan dinasti yang sebagiannya pernah berkuasa kerabad-abad? Dimanakah bekas kekuasaan mereka? Dan dimanakan anak keturunan mereka yang seharusnya melanjutkan kerajaan dan dinasti?

Saya termasuk yang cukup prihatin oleh transisi yang tidak mulus menuju republik ini. Saya prihatin melihat anak keturunan Raja dan Sultan yang terbengkalai di seluruh nusantara kita. Orang-orang yang pernah dijunjung tinggi dan menguasai air dan daratan semenanjung. Mereka ini, harusnya dipelihara dan dilembagakan sebagai otoritas simbolik dan kultural. Mereka seharusnya dibuatkan museum kebesaran dan kejayaan. Istana mereka seharusnya tetap dipugar dan hulubalang mereka tetap difungsikan. Mereka seharusnya memimpin prosesi adat dan budaya.

Memang ada beberapa daerah yang menerima pengakuan informal dari republik yang terbentuk. Ada juga yang kekuasaanya dilembagakan menjadi Daerah Istimewa seperti Yogyakarta dan Dinasti Hamengkubuwono bahkan dipertahankan sebagai kepala daerah setingkat Gubernur. Tetapi, mayoritas Dinasti Lokal menurut penglihatan saya, mereka diabaikan bahkan ditinggalkan: mereka berjuang menjaga sisa-sisa sejarah masa lalu dan bertahan menjaga marwah dan wibawa kerajaan. Sebagian lebih tragis karena dibiarkan bertengkar dan saling berebut sisa kerajaan.

Alangkah baiknya kalau suatu saat, negara memberikan kembali pengakuan formal kepada keberadaan Dinasti Lokal yang nantinya membuat mereka mendapatkan fasilitas untuk menjaga tradisi setelah menjadi bagian dari Republik Indonesia modern, bersatu dan beraneka ragam.

Kita tidak mungkin menjadi negara monarki atau kerajaan tunggal. Kita tidak mungkin dipimpin oleh dinasti tunggal, sebab kita tidak memiliki kerajaan yang sangat besar dan menguasai seluruh nusantara menjelang Indonesia merdeka. Yang kita miliki adalah Dinast iLokal.

Sebaiknya, Dinasti Lokal -lah yang diberi tempat di wilayah masing-masing, sehingga keberagaman Kerajaan dan Kesultanan di Barat dan di Timur negeri ini bersinar memegang otoritas simbolik yang kaya akan makna dan khazanah masa lalu yang gilang gemilang.

Di Malaysia, para Sultan di Johor, Pahang, Negeri Sembilan dan lain-lain dilembagakan lebih dari sekedar kekuatan simbolik. Mereka diberi hak melantik para Menteri Besar di wilayah negara bagian. Di tingkat federal secara bergantian mereka menjadi Raja Malaysia (Yang Dipertuan Agong).

Kita tidak sesederhana Malaysia dan kita juga bukan negara federal dengan sitem parlementer. Kita adalah negara kesatuan, presidensial dengan otonomi daerah yang luas. Maka seharusnya pada wilayah otonomi itulah negara kita memelihara Dinasti Lokal.

Akan indah sekali setidaknya apabila negara kita terus diingatkan tentang keberagaman masa lalu yang ditandai juga oleh keberadaan para raja dan sultan yang kita jaga aset dan anak keturunannya. Akan Indah apabila mereka menjelma menjadi pusat sejarah dan kebudayaan lokal.

Inilah sekedar pemikiran agar keutuhan republik kita terjaga oleh semakin kuatnya kesadaran sejarah kita yang besar. Indonesia adalah negeri ajaib yang luasnya mencengangkan tapi yang lebih mengagumkan adalah keberagaman. Itulah manfaat Dinasti Lokal kita hidupkan. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *