Press "Enter" to skip to content

UI Giat Memotivasi Difabel untuk Terus Bisa Berkualitas Ditengah Pandemi Covid-19

JAKARTA – Masyarakat luas masih banyak yang belum mengakui kemampuan kaum difabel. Padahal perkembangan jaman dan teknologi memberikan banyak peluang dan kemampuan kaum difabel, terlebih kaum difabel milenial mempunyai kemampuan yang sama dengan milenial lainnya, termasuk ditengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia, juga Indonesia

Demikian diutarakan Risyad Sadzikri salah seorang peserta ZoomTalk, “Talkshow Karir Difabel Bisa–Acara Puncak KITA Project,” saat menjadi pembicara, Sabtu (12/12/2020). Para peserta lain juga mengakui hal tersebut.

Dalam ZoomTalk yang diikuti oleh sekitar 100 peserta berlangsung mulai pukul 14.00-16.30 WIB,  Nurul Isnaeni, selaku Ketua Tim kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Universitas Indonesia, juga mengatakan bahwa perbedaan perlakuan tersebut tidak lagi tepat, karenanya harus dibuktikan dengan upaya sungguh-sungguh nyata memotivasi mereka menjadi kaum yang berkemampuan setara dengan yang lainnya.

“Kegiatan pengmas kami menjadi salah satu alasan menggusur anggapan masyarakat tersebut. Untuk itu melalui Kita Project diberikan pelatihan desain grafis bagi kaum difabel milenial sehingga mereka dapat mengembangkan keahlian dan bakat dalam bidang berbagai bidang yang relevan,” jelas Nurul.

Dijaskan, KITA Project merupakan sebuah proyek pengabdian masyarakat yang didanai oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun Anggaran 2020 dan diselenggarakan atas kerja sama antara Departemen Ilmu Hubungan Internasional FISIP UI, Divisi Sosial-Masyarakat Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HMHI) FISIP UI, dan Abilitas.ID sebagai bagian dari Program Pengabdian Masyarakat UI Skema “Aksi UI Untuk Negeri” dalam bentuk Edukasi Ramah Anak dengan Ketua Tim Pengabdi Dra. Nurul Isnaeni, Ph.D dan dosen pendamping lainnya Yuni R. Intarti, M.Si.

“Fokus utama dari KITA Project adalah memberikan pelatihan desain grafis bagi kaum difabel sehingga mereka dapat mengembangkan keahlian dan bakat dalam bidang kesenian. Sebagai acara penutup, pada tanggal 12 Desember 2020 KITA Project mengadakan acara puncak berupa talkshow yang melibatkan beberapa pembicara yang memiliki perhatian khusus pada desain grafis dan isu difabel.” jelas Nurul.

Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber yakni Dennis Pardede, seorang Desainer Grafis di PT MNC Sky Vision Tbk, Bagja Prawira sebagai CMO dan Co-Founder Silang.id, dan Hastu Wijayasri sebagai Founder dari Diffabel Academy.

Para narasumber yang dihadirkan merupakan para aktivis dan teman difabel yang memperjuangkan mimpi dan keterampilan teman-teman difabel lainnya. Hal ini sesuai dengan tema utama seminar ini yakni: “Tetapkan Langkah, Tentukan Arah: Kita Bisa Berkualitas untuk Indonesia”.

“Melalui tema tersebut diharapakan dapat memotivasi dan mengisnpirasi teman-teman yang hadir untuk berani melawan keterbatasan-keterbatasan yang ada dalam meraih mimpi mereka,” kata Nurul.

Tidak hanya itu, dalam acara ini KITA Project juga menampilkan karya-karya partisipan pelatihan desain grafis yang telah diselenggarakan selama 3 bulan. Di samping itu, KITA Project juga memamerkan desain-desain terbaik yang telah diaplikasikan dalam bentuk produk seperti buku harian, kaus kaki, dan baju.

Diharapkan, pameran ini dapat meningkatkan rasa percaya diri para partisipan dalam berkarya. Selain itu juga diharapkan dapat menarik minat dari hadirin lainnya dalam menggunakan jasa desain grafis para siswa atau membeli hasil produksi dari karya siswa.

Hal ini juga untuk melengkapi salah satu tujuan pelatihan dari KITA Project, yakni mendukung pemberdayaan dan melatih teman-teman difabel untuk bekerja secara profesional. Lebih lanjut Alfa Yoga Amadeus Daryana selaku project officer kegitan memberikan apresaisi kepada teman-teman yang terlibat baik panitia, mentor, atau partisipan adalah manusia-manusia kuat yang berani melawan berbagai keterbatasan untuk meraih mimpi mereka.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pengmas tahun yang 2019 dengan Ketua Tim masih Nurul Isnaeni dan dimotori oleh ABILITAS.ID sebagaimana pesan co-founder-nya Christella Fenisanti pada acara Puncak KITA Project. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *