Press "Enter" to skip to content

Ujian Terbuka Doktor, Mantan Kajari Babel Kupas Justice Collaborator

SURABAYA – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung (Babel), Hidayatullah melakukan ujian terbuka Doktor di Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (23/1/2020). Ujian terbuka ini, diuji oleh 10 orang diantaranya: Prof. Dr. Nur Basuki Minarno, Prof. Dr. Muchammad Zaidun, Prof. Dr. Toetik Rahayunungsih, Prof. Dr. M Arief Amrullah, Prof. Dr. Didik Endro Purwoleksono, Dr. Sarwirini dan Taufik Rachman, Ph.D.

Desertasi yang diangkat Hidayatullah berjudul “Justice Collaboborator dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia.”

Sekilas profil Hidayatullah. Saat ini Dayat -sapaan akrab- sebagai staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pengawasan. Sebelumnya menjabat Inspektur 1 di Jaksa Muda Pengawasan (Jamwas).

Hidayatullah saat bertugas di Bangka Belitung 2013 sd 2014 banyak prestasi yang mewarnai karirnya. Yang paling fenomenal putra asli Betawi menyidik dugaan korupsi proyek PLTU Air Anyir yang diduga terjadi kerugian negara mencapai ratusan milyar rupiah. Penyidikan tersebut dipicu akibat krisis listrik yang tak berkesudahan melanda Bangka Belitung saat itu.

Atas keberanianya menyidik korupsi kakap tersebut, masyarakat Bangka Belitung melalui aktivis dan mahasiswa mengadoinya ayam jago sebagai simbol keberanian serta menjuluki ayam jantan dari Betawi. Namun sayang akhirnya penyidikan tersebut dihentikan begitu saja oleh penggantinya yakni Agus Riswanto.

Dari Bangka Belitung Hidayatullah menduduki jabatan sebagai Direktur 3 Jamintel di gedung bundar. Dari situ juga akhirnya dia menjabat sebagai Kajati Makassar, Sulawesi Selatan.
Namun sayang akhirnya penyidikan tersebut dihentikan begitu saja oleh penggantinya yakni Agus Riswanto.

Dari Bangka Belitung Hidayatullah menduduki jabatan sebagai Direktur 3 Jamintel di gedung bundar. Dari situ juga akhirnya dia menjabat sebagai Kajati Makassar, Sulawesi Selatan.

Kiprahnya di Timur Indonesia juga tetap sebagai seorang jaksa yang bertaring. Puncaknya Kejati Makassar memperoleh juara 2 dalam produksi perkara Tipikor serta pengembalian kerugian negara.

Dari Makassar ia memperoleh jabatan baru sebagai inspektur 1 di Jamwas. Hingga akhirnya mendapat amanah baru dan bergengsi sebagai staf ahli itu. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *