Press "Enter" to skip to content

Wamenkeu: Kenaikan Iuran BPJS Jalan Terakhir Selesaikan Defisit

JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan, terus mengalami defisit anggaran. Tahun ini saja bisa mencapai Rp 32 triliun. Karena itu, kenaikan iuran adalah jalan terakhir untuk menyelesaikan masalah defisit tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mardiasmo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/10/2019), terkait defisit yang tengah dialami BPJS Kesejahatn.

Saat ini, lanjut Mardiasmo, pemerintah bersama DPR, dalam hal ini dengan Komisi IX dan Komisi XI DPR, tengah melakukan kajian kembali dari hasil temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait BPJS Kesehatan.

“Hasilnya, perbaiki manajemen dan lain-lain. Iuran itu yang terakhir. Nah selisihnya baru kami hitung untuk penyesuaian tarif, jadi tidak ujug-ujug,” sebutnya seraya menambahkan bahwa perbaikan manajemen itu dilakukan dengan melihat ulang data kepesertaan untuk penertiban data anggota.

Kemudian, kata Mardiaso, pemerintah juga meminta 60% dari Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dibenahi.

“Kita terlalu dimanja, sakit sedikit langsung ke RS, padahal penyakitnya bisa diatasi oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” pungkasnya. ***

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *